Cegah Klaster Baru Keluarga, Klungkung Putuskan Isolasi Mandiri di Hotel

Minggu, 27 September 2020 : 17.22
rapat Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klungkung yang dihadiri Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra, Kepolisian dan OPD terkait di ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkng, Minggu (27/9/2020)/ist.

Semarapura - Meningkatnya klaster keluarga dalam penyebaran Covid-19 menjadi alasan bagi Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk merubah sistem isolasi dari mandiri di rumah menjadi isolasi di hotel.

Hal itu sebagaimana terungkap dalam rapat Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klungkung yang dihadiri Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra, Kepolisian dan OPD terkait di ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkng, Minggu (27/9/2020).

Sekda Winastra menyebutkan setelah meningkatnya kasus Covid-19 dari klaster keluarga, akan dilakukan perubahan sistem isolasi atau karantina bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah untuk didorong menjalani isolasi di hotel.

Kondisi (perubahan sistem isolasi) ini mengikuti Peraturan Menteri Kesehatan dan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali. Mengingat di Klungkung tidak ada hotel, Sekda Winastra menugaskan BPBD untuk berkoordinasi dengan Provinsi dan disepakati hotel disiapkan provinsi.

Namun permasalahan muncul, mengingat dana yang disiapkan dari pusat hanya sebesar Rp. 200.000 untuk satu orang sehingga Pemkab Klungkung akan menggunakan belanja tak terduga dari masing-masing OPD terkait.

Kata dia, mssalahnya anggaran yang disiapkan pusat sebesar Rp.200 ribu. Untuk operasional ini silakan nanti OPD terkait bisa mengajukan lewat belanja tak terduga.

Kalak BPBD Klungkung, Putu Widiada menambahkan hotel yang akan digunakan sebagai tempat karantina bagi warga Klungkung untuk yang OTG dan gejala ringan positif swab sudah disiapkan provinsi.

Klungkung hanya menyiapkan tenaga kesehatan dan keamanan. Dana yang digunakan diambil dari Dana Siap Pakai (DSP) yang dikelola provinsi. “Kita hanya menitip dan melaporkan berapa orang yang masuk ke hotel itu,” sebutnya.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyampaikan terkait perubahan sistem isolasi atau karantina ini, OPD terkait agar terus melakukan koordinasi lebih lanjut.

Dalam upaya mengoptimalkan kerja Satgas gotong royong ditingkat desa, Bupati menugaskan dinas terkait mengkaji pemberian vitamin untuk menjaga imun para petugas Satgas. Selain itu, dinas terkait juga ditugaskan kembali melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.

Tidak hanya berbicara penanganan di Klungkung daratan, Bupati Suwirta juga menugaskan dinas terkait untuk berkoordinasi jika diperlukan menyiapkan tempat karantina di Nusa Penida maupun di Lembongan mengantisipasi munculnya kasus di pulau seberang tersebut.

“Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19 ini diharapkan masyarakat bisa mematuhi dan mengikuti penerapan protokol kesehatan dengan baik,” harapnya.

Data yang didapat, per 26 September 2020 jumlah kasus positif di Kabupaten Klungkung ada 636 kasus, sembuh sebanyak 581, meninggal 9 orang dan masih dalam perawatan 46 orang.

Indeks kesembuhan di Kabupaten Klungkung 91,35%, diatas rata-rata nasional maupun provinsi. Dari 59 desa/kelurahan di Klungkung, 49 diantaranya telah terpapar Covid-19.

Untuk warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah saat ini sebanyak 6 orang, dan akan berakhir secara bertahap hingga 5 Oktober mendatang. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi