Arist Merdeka Minta Kapolda Kalbar Atensi Kasus Oknum Polantas Lecehkan Siswi

Minggu, 20 September 2020 : 22.09
Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait/ist

Jakarta - Kapolda Kalimantan Barat Irjen (Pol) Remigius Sigid Tri Hardjanto diminta memberikan atensi serius terhadap kasus Brigadir Pol. DY oknum Polantas Polresta Pontianak yang diduga melakukan tindak pelecehan terhadap SW (15) Siswi SMP.

"Oknum Polantas itu, patut dipecat dari tugas dan kesatuannya dan terancan pidana 15 tahun penjara," tegas Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menyampaikan itu dalam keterangan persnya di kantornya Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Kata Arist, Tidak ada kata damai atas peristiwa ini, kejahatan seksual yang dilakukan DY terhadap anak ini merupakan kejahatan luar biasa dan merendahkan martabat anak. Seharusnya, DY selaku penegak hukum melindungi anak bukan justru merusak masa depan anak".

Perbuatan itu jelas-jelas merendahkan martabat anak, karenanya Komnas Perlindungan Anak sebagai institusi independen dibidang perlindungan anak di Indonesia meminta Kapolda Kalimantan Barat memberikan atensi atas peristiwa itu.

Informasi dihimpun Tim Advokasi dan Ligigasi Komnas Perlindungan Anak di Pontianak kejahatan tersebut berawal saat SW pelajar SMP bersama dua temannya yang mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Sultan Hamid dekat Simpang Garuda, Kota Pontianak. Keduanya  tanpa menggunakan helm ganda.

Saat DY akan melakukan tilang, korban bersama kedua temannya menolak. Korban diajak DY pergi sementara temannya disuruh pulang. DY pergi bersama korban SW menuju ke salah satu hotel.

Akhirnya terjadi tindakan tidak sepatutnya secara paksa dialami SW.

Korban ditinggalkan sendirian di kamar hotel, hingga akhirnya ditemukan rekannya. Atas peristiwa itu, korban didampingi kedua orangtuanya melaporkan DY ke SPKT Polresta Pontianak kota.

Komnas Perlindungan Anak memberikan apresiasi atas kerja cepat Polresta Pontianak merespon laporan keluarga korban. "Saya sangat percaya atas kerja keras dan atensi Kapolresta Pontianak Kombes Pol. Komaruddin atas peristiwa ini, kami patut memberikan apresiasi," tandas Arist.

Tim Advokasi dan Litigasi Komnas Perlindungan Anak segera berkordinasi dengan Unit PPA Polresta Pontianak dan LPA Kalbar beserta P2ATP2A Pontianak dan pegiat Perlindungan Anak Kalbar untuk mengawal kasus ini dan membentuk Tim Pemulihan dan Rehabilitasi Sosial Korban. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi