Tanaman Produktif di Pekarangan Tunjang Kebutuhan Masyarakat Saat Pandemi Covid-19

Senin, 24 Agustus 2020 : 00.00

Karangasem -  Tanaman produktif itu seperti sayur mayur, hingga bumbu dapur sangat membantu masyarakat sehari-hari apalagi saat pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Karenanya, Gerakan HATInya PKK terus digelorakan oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny Putri Suastini Koster dengan tujuan agar tanah pekarangan dapat dikelola secara optimal dan dimanfaatkan untuk menanam pangan dan tanaman produktif.

Tanaman produktif itu seperti sayur mayur, hingga bumbu dapur ini disambut oleh warga Banjar Dinas Tengah, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem dengan membuat Kelompok Wanita Tani (KWT) Laksmi Dewi yang beranggotakan 30 orang.

Hal itu terlihat saat Gubernur Bali, Wayan Koster bertemu Kelompok Wanita Tani Laksmi Dewi bersama Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, serta dihadiri oleh Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa bersama Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana.

Ketua Kelompok Wanita Tani Laksmi Dewi, Ni Ketut Sulaksmi yang didampingi Pembina, I Made Arta Dana melaporkan bahwasannya Kelompok Wanita Tani Laksmi Dewi ini tercipta, karena mendengar adanya siaran informasi program HATInya PKK di Provinsi Bali.

"Kami  menilai sangat bermanfaat untuk menunjang kebutuhan pangan di masyarakat, apalagi dalam situasi Pandemi Covid-19," tuturnya.

Untuk itu, pihaknya mengumpulkan warga, setelah berkumpul ternyata spiritnya sama ingin mewujudkan ketahanan pangan, sehingga berlanjut kami bentuk Kelompok Wanita Tani Laksmi Dewi ini yang beranggotakan 30 orang.

Sulaksmi mengungkapkan lahan yang kami gunakan untuk bercocok tanam ialah lahan 'Ayahan Desa' seluas 44 are. Sedangkan tanaman di lahan ini berupa pohon ketela, tomat, bayem, cabai, terong, timun, pare, kangkung, kelor, sere, jahe merah, hingga pohon buah pisang dan pepaya.

Disaat panen, Kelompok Wanita Tani Laksmi Dewi ini tidak hanya membagikan hasil panen sayur mayur, hingga buah kepada anggotanya.

Namun kata Pembina KWT Laksmi Dewi, I Made Arta Dana hasil panennya dibagikan kepada warga yang membutuhkan untuk meringankan beban mereka secara ketahanan pangan ditengah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana dihadapan Gubernur Bali, Wayan Koster menyebutkan keberadaan Kelompok Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Program HATInya PKK sangat sejalan dengan kebijakan di Pemerintah Provinsi Bali yang memiliki misi yaitu tersedianya pangan yang cukup bagi krama Bali.

Juga sebagai wujud terimplementasinya Peraturan Gubernur Bali Nomor 29 Tahun 2020 tentang Pelestarian Tanaman Lokal Bali untuk Taman Gumi Banten, Usada, dan Penghijauan.

Untuk mengimplementasikan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) ini, Ida Bagus Wisnuardhana mengungkapkan bahwa Pemerintah Pusat melalui APBN Dekonsentrasi Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian dan melalui APBD Provinsi Bali telah turut serta membiayai kegiatan P2L ini.

Pada tahun 2020, kegiatan P2L dilaksanakan oleh 70 KWT yang tersebar di seluruh Bali, seperti P2L tahap pengembangan sebanyak 32 KWT diberikan dana stimulus masing-masing Rp. 15 juta, dan P2L tahap penumbuhan sebanyak 38 KWT diberikan dana stimulus yang masing-masing nilainya Rp. 50 juta.

"70 KWT ini telah menerima dana stimulus yang diserahkan oleh Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster pada tanggal 6 Agustus 2020, dan dampaknya sangat bermanfaat ketika Gubernur Wayan Koster mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 15036 Tahun 2020 tentang Program Pasar Gotong Royong Krama Bali, yang mana hasil panen program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) ini juga dapat dijual ke Pasar Gotong Royong Krama Bali.

Kemudian hasil penjualannya dimanfaatkan untuk Kas Kelompok di dalam mengembangkan usaha pengolahan hasil salah satunya.  (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi