Sekda Bali Pastikan SKB CPNS Transparan dan Tanpa Intervensi

Senin, 31 Agustus 2020 : 17.51

Denpasar - Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra memastikan tahapan Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Seleksi CPNS Tahun 2019 di Bali dilaksanakan secara transparan dan tidak ada intervensi dari pihak manapun.

Diketahui, Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang sempat tertunda karena pandemi Covid-19, mulai Rabu (1/9/2020) kembali dilanjutkan ke tahapan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). 

Guna memastikan kesiapan pelaksanaan tes SKB tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali Ketut Lihadnyana bersama-sama meninjau lokasi pelaksanaan tes di kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali, Senin (31/8/2020).

Indra ingin memastikan bahwa proses seleksi besok sangat terbuka, transparan, tidak ada yang disembunyikan, 

"Bahkan sama sekali tidak ada intervensi, kami dari Pemprov Bali hanya memfasilitasi. Hal ini benar- benar murni, dengan harapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan lewat seleksi ini benar-benar berkualitas,” tegas Dewa.

Pria asal Desa Pemaron, Buleleng ini menjelaskan secara teknis pelaksanaan tes seleksi yang harus diikuti dengan disiplin oleh para peserta mulai dari soal pertanyaan yang sudah disiapkan dimasing-masing computer dalam bentuk Lembar Jawaban Komputer (LJK), harus dijawab selama batasan waktu yang sudah ditentukan.

Apabila sudah selesai menjawab peserta bisa langsung mengetahui hasil tes yang sudah dilalui. 

Materi tesnya sama, mekanismenya sama, persyaratannya sama dan dijamin kerahasiaannya. 

"Kami sudah berikan surat kuasa agar bisa mengikuti tes dari daerahnya masing–masing. Hal ini untuk antisipasi adanya penyebaran pandemi, karna kita tidak tahu bagaimana kondisi mereka di daerah asalnya masing-masing”.

Pelaksanaan tes ditengah masa pandemi yang dikhawatirkan bisa menimbulkan klaster baru, pihak panitia pun menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat sebagai syarat yang wajib dipenuhi dan diikuti oleh para peserta. 

Diantaranya para peserta diwajibkan membawa surat keterangan hasil rapid tes non reaktif, dan apabila ada peserta yang menunjukkan gejala reaktif pun tetap diperkenankan mengikuti tes namun terpisah dengan peserta lainnya diruangan yang sudah disiapkan. 

Sebelum memasuki kantor BPSDM Provinsi Bali, para peserta terlebih dahulu melewati pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan alat thermal scanner bukan thermal gun umumnya. 

Didalam ruangan pun para peserta diatur sedemikian rupa untuk tetap mengikuti protokol kesehatan, mulai tempat duduk para peserta satu sama lainnya berjarak  1 meter, pengenaan masker wajib menutupi hidung hingga leher, setelah selesai para peserta yang keluar diarahkan melalui pintu berbeda agar tidak bertemu dengan peserta berikutnya.

Guna mendukung protokol kesehatan kami juga siapkan tim medis untuk melakukan rapid tes apabila ada yang mendadak diduga reaktif, beserta ambulance untuk mobilitas untuk menghindari sesuatu yang tidak diharapkan. 

Bahkan setiap jeda pelaksanaan tes yang dilakukan 3 kali dalam sehari, ruangan dan peralatan pun akan disemprot serta komputer tetap dilap dengan disinfektan, sehingga memberikan jaminan ruangan tersebut steril,” bebernya. 

Kepala BKD Provinsi Bali Ketut Lihadnyana menyampaikan tes SKB tidak hanya diikuti oleh peserta yang lolos SKD di Provinsi semata, namun juga ikut bergabung dari Pemkab/ Pemkot diantaranya Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Buleleng, dan Jembrana. 

Jumlah peserta keseluruhan mencapai 4.356 orang, yang pelaksanaannya diatur per daerah mulai tanggal 1 hingga 13 September 2020 (rhm).


Bagikan Artikel

Rekomendasi