Prof. Gelgel Wirasuta Paparkan Ramuan Arak Bali dalam Penyembuhan Infeksi Akibat Covid-19

Selasa, 04 Agustus 2020 : 05.52
Pertemuan rombongan Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dipimpin Sekretaris Kementrian PPN Himawan Hariyoga bersama Tokoh Mayarakat danTokoh Adat Bali di Balai Adat Pendungan, Banjar. Pitik, Pedungan, Denpasar/ist

Denpasar
-  Ramuan arak Bali disebut-sebut mampu meringankan dan membantu pengobatan infeksi pasien akibat paparan virus corona atau Covid – 19.

Hal itu sebagaimana dipaparkan tokoh masyarakat yang akademisi Prof. Made Agus Gelgel Wirasuta yang saat ini tengah viral kembali mengenalkan temuannya ramuan Arak Bali yang diklaim mampu meringankan dan membantu pengobatan infeksi akibat Covid – 19.

Dia memaparkan temuannya itu, saat bertemu rombongan Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI yang dipimpin oleh Sekretaris Kementrian PPN Himawan Hariyoga dalam rangka kunjungan kerja, melaksanakan kegiatan pertemuan bersama Tokoh Mayarakat danTokoh Adat Bali di Balai Adat Pendungan, Banjar. Pitik, Pedungan, Denpasar, Senin (3/8/2020).

Ia memaparkan, cara kerja ramuan temuannya itu yang kini sudah dimanfaatkan dalam proses pengobatan pasien Covid – 19 dan bahkan sudah terbukti mampu mempercepat proses penyembuhan.

Kata dia, jika menggunakan peningkatan antibodi pasien membutuhkan waktu sekitar 2 minggu, namun dengan ramuan arak waktu yang dibutuhkan untuk sembuh hanya 3 hari.

“Dalam lontar usadha bali sudah banyak dimuat ramuan lokal Bali, contohnya ramuan yang kami kembangkan," ungkapnya.

Dalam penanganan pasien covid – 19 ada 2 ramuan yang kami kembangkan, yang pertama yakni ramuan dari daun kelor dan daun ubi merah yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh.

"Ramuannya kami inovasi menjadi the agar tidak menimbulkan kesan tidak enak saat diminum, saat ini sudah memiliki izin edar setelah didaftarkan hak paten oleh Universitas Udayana,” ungkapnya.

Kemudian, ramuan yang berbahan dasar arak, yang penemuannya diawali kejadian meningkatnya penyebaran Covid -19 di Desa Serokadan, Kabupaten Bangli, yang lewat salah seorang panglingsir setempat juga penekun pengobatan tradisional mendapat pawisik untuk memanfaatkan arak sebagai media pengobatan setelah melakukan meditasi.

Info tersebut disampaikan kepada Prof. Gelgel untuk dilakukan riset secara kimia.

Sebenarnya metode ini sudah tidak asing, dilontar Bali, juga sudah dimuat, bahkan pengobatan internasional juga memanfaatkan therapy uap arak untuk pengobatan infeksi saluran pernapasan.

Hanya saja, hal ini memiliki efek samping, jika kandungan alcohol terkonsentrasi maka akan menimbulkan bahaya terbakar, ini sangat berbahaya, di Amerika banyak dilaporkan kasus terbakar akibat menghirup uap alkohol.

"Hal inilah yang kembali kami riset dan modifikasi bersama bahan lainnya agar bisa menjadi obat terutama untuk pengobatan virus corona,” jelasnya. (rhm)




Bagikan Artikel

Rekomendasi