Pandemi Covid-19, Hendaknya Dijadikan Pelajaran Jalani Kehidupan Mendatang

Sabtu, 22 Agustus 2020 : 14.57

Semarapura- Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menegaskan pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua sektor, tidak terkecuali ekonomi masyarakat.

"Situasi seperti ini hendaknya bisa dijadikan pelajaran dalam kehidupan kedepan untuk bangkit setelah pandemi ini berakhir," tegas Suwirta

Bupati Suwirta menyatakan itu disela menyerahkan kembali Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari APBD Klungkung tahun 2020 kepada masyarakat di Desa Getakan, Desa Timuhun dan Desa Tohpati, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Sabtu (22/8/2020).

Turut hadir Camat Banjarangkan I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya serta masing-masing Perangkat Desa setempat

Sejumlah pesan disampaikan Bupati Suwirta kepada masyarakat yang hadir saat itu yang paling terpenting diberikan semangat bersama-sama untuk menghadapi situasi ditengah masa pendemi covid-19 ini.

Dirinya mengajak masyarakat agar jangan hanya mengandalkan sektor pariwisata saja, namun menggungah semangat warga untuk kembali aktif bertani, berkebun maupun memanfaatkan pekarangan rumah.

"Jadikan pendemi covid-19 ini pelajaran bagi kita semua untuk bangkit kedepan, yang mempunyai lahan pertanian maupun perkebunan untuk kembali aktif," pinta Bupati Suwirta sembari membangkitkan semangat warga.

Lebih lanjut, dia  menambahkan agar Desa mendata warga yang berprofesi sebagai tukang bangunan untuk dibuatkan kelompok dan diberikan pelatihan, sehingga untuk kedepannya bisa dipekerjakan dalam proyek-proyek pemerintah.

Hal ini dilakukan nantinya agar bisa memberdayakan tenaga lokal. "Data warga yang berprofesi sebagai tukang bagunan agar dibuatkan kelompok dan diberikan pelatihan, sehingga kedepan proyek-proyek infrastruktur pemerintah bisa kita perdayakan tenaga lokal," harap Suwirta.

Dia juga tidak henti-hentinya mengingatkan agar seluruh perangkat desa bisa mengawal dan mengawasi bantuan ini dengan baik. Jangan sampai ada warga yang memisahkan KK hanya ingin mendapatkan bantuan.

Selain itu, Bupati juga tetap mewanti-wanti perangkat desa untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pendataan dan menentukan calon penerima bantuan agar tidak terjadi permasalahan dikemudian hari.

Protokol Kesehatan (Prokes) juga diharapkan bisa selalu dituruti oleh warga dengan baik dan bantuan ini juga harus digunakan dengan maksimal untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Penyaluran BLT ini dilakukan dalam tiga tahap selama tiga bulan kedepan dengan nilai Rp 600.000 yang disalurkan kali ini masing-masing Desa di Kecamatan Banjarangkan antara lain yakni Desa Getakan sebanyak 161 penerima, Desa Timuhun sebanyak 127 penerima dan Desa Tohpati sebanyak 7 penerima. Jadi total keseluruhan sebanyak 295 penerima dengan jumlah dana sebesar Rp. 177.000.000,00.(rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi