Lewati Masa Sulit Pandemi, Wagub Bali Ajak Seluruh Stakeholder Bergandengan Tangan

Minggu, 30 Agustus 2020 : 08.18

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) didampingi Kepala Pewakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho (kanan) saa aksi donor darah dan pasar murah di Denpasar/ist 

Denpasar-  Semua stakeholder pemangku kepentingan diharapkan bisa menyatukan langkah bergandengan tangan untuk bersama-sama melewati masa-masa sulit saat pandemi Covid-19.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyampaikan keprihatinan atas situasi perekonomian Bali saat ini Pertama kalinya dalam sejarah Bali, pertumbuhan ekonomi menyentuh minus 10,98 persen pada triwulan II Tahun 2020. 

Tak hanya itu, Bali mengalami deflasi karena rendahnya daya beli masyarakat.

“Kita mengalami kelebihan pasokan karena hasil produksi tidak terserap,” tuturnya saat membuka kegiatan donor darah yang dirangkai dengan pasar murah bertajuk ‘Synergy for Humanity’ di Lapangan Parkir Timur Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Denpasar, Sabtu (29/8/2020).

Cok Ace menyebut, kontraksi yang cukup berat ini disebabkan oleh terpuruknya sektor pariwisata yang selama ini menjadi lokomotif perekonomian Daerah Bali. Untuk itu, ia mengajak seluruh stakeholder bergandengan tangan agar Bali bisa melewati masa-masa sulit.

Dalam acara tersebut, Cok Ace juga menggugah rasa kepedulian masyarakat untuk mendonorkan darah. 

Karena setetes darah yang disumbangkan akan sangat bermanfaat, bahkan mampu menyelamatkan nyawa seseorang. 

Menurut Cok Ace, kesediaan untuk mendonorkan darah merupakan perbuatan sangat mulia yang tak bisa dinilai dengan apapun. 

“Sumbangan darah yang saudara berikan sangat dibutuhkan oleh mereka yang saat ini tengah menjalani perawatan,” ucapnya. Oleh sebab itu, ia sangat mengapresiasi inisiatif sejumlah asosiasi sehingga kegiatan donor darah ini dapat terlaksana.

Ia menilai, kegiatan pasar murah yang dilaksanakan kali ini adalah langkah cerdas di tengah situasi sulit. Kendati transaksi yang terjadi tidak dalam jumlah besar, minimal bisa memperpendek mata rantai antara produsen dan konsumen. 

Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Bali Ketut Dharma Siadja selaku ketua panitia menyampaikan, kegiatan merupakan wujud kepedulian beberapa asosiasi terhadap kondisi yang saat ini dihadapi masyarakat. 

Dengan kata lain, ia ingin menunjukkan bahwa para pengusaha yang bergerak dalam berbagai bidang usaha tidak semata berorientasi keuntungan. 

Walaupun kecil, ia berharap sumbangsih ini memberi manfaat bagi masyarakat. Selain ASEPHI, ada empat asosiasi lain yang ikut andil menyukseskan kegiatan ini yaitu Indo Pajero Community (IPC) Bali, HIPMI Peduli Bali, Bali Golf dan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI).

Untuk menarik minat masyarakat mengikuti donor darah, pihak panitia memberi bingkisan sembako bagi 100 pendonor. Kegiatan donor darah dan pasar murah dihadiri pula Kepala BI Perwakilan Bali Trisno Nugroho. Ketua PMI Bali IGB Alit Putra, Kepala Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi