KKP Luncurkan Gebyar Pasar Laut Indonesia Untuk UMKM Oktober Mendatang

Selasa, 25 Agustus 2020 : 10.27

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti mengungkapkan, kegiatan Gebyar Pasar Laut Indonesia merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, khususnya dari sektor kelautan da perikanan. Saat ini, KKP juga tengah menjaring UMKM unggulan dari 60.000-an UMKM di seluruh Indonesia.
 

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya menjaga geliat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19. Setelah meluncurkan Pasar Laut Indonesia, bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, KKP berencana meluncurkan Gebyar Pasar Laut Indonesia yang akan diikuti oleh 500 UMKM unggulan dari seluruh Indonesia pada Oktober mendatang.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, khususnya dari sektor kelautan da perikanan. Saat ini, KKP juga tengah menjaring UMKM unggulan dari 60.000-an UMKM di seluruh Indonesia.

"Kami ingin memberi ruang promosi bagi UMKM sekaligus mengajak masyarakat untuk bangga terhadap produk kelautan dan perikanan kita," kata Artati di Jakarta, Senin (24/8).

Artati memaparkan, landskap produk unggulan sektor KP terdiri dari 35% edible produk utuh (hidup, segar, beku) yakni: udang, ikan, rajungan, kepiting, fillet dan ikan hias. Kemudian 45% edible produk olahan (siap makan, siap saji) yakni: bakso ikan, kaki naga, kerupuk, pempek, dan dimsum kemasan. Terakhir, 20% non-edible produk yang terdiri dari garam spa, kekerangan untuk kerajinan, rumput laut untuk farmasi dan kosmetik serta mutiara.

"Tentu ini menunjukkan bahwa produk kita sangat variatif serta masih banyak potensinya," urainya.

Selain memberikan ruang promosi, Artati memastikan KKP juga menyediakan pendampingan, pelatihan, serta konsultasi bagi UMKM di sektor KP. Bahkan, kementerian yang digawangi oleh Edhy Prabowo ini juga menyediakan fasilitas bantuan pemodalan melalui dana Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Terkait akses pemodalan, silakan dibuka di https://bit.ly/aksesmodal_KKP," sambung Artati.

Karenanya, Artati berharap sektor KP bisa menjadi penggerak ekonomi di masa pandemi Covid-19. Terlebih produk perikanan sangat baik dikonsumsi guna meningkatkan imunitas tubuh.

"Pandemi bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan untuk mengembangkan usahanya,  seiring dengan permintaan ikan yang semakin tinggi karena orang membutuhkan asupan gizi menyehatkan yang mampu meningkatkan sistem imun," tutur Artati.

Sebelumnya, soft launching Pasar Laut Indonesia ditandai dengan peluncuran website dan akun media sosial BBI–KKP oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. Peluncuran Pasar Laut Indonesia  merupakan salah satu bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada pertengahan Mei 2020. Informasi terkait produk UMKM sektor KP pun bisa diakses ke laman pasarlautindonesia.id dan akun instagram @pasarlaut_indonesia.

"Jangan ngaku merdeka kalau belum bangga buatan Indonesia," kata Menteri Edhy saat peluncuran, Rabu lalu.  ( imh )

Bagikan Artikel

Rekomendasi