Kembangkan UMKM, BI Bali Dampingi Klaster Pertanian Hingga Pariwisata

Jumat, 28 Agustus 2020 : 14.51


Denpasar-- Untuk pengembangan UMKM di Provinsi Bali Bank Indonesia terus mengoptimalkan upaya pembinaan terhadap klaster-klaster pertanian, kelompok-kelompok kerajinan serta pariwisata.

Dalam kerangka itulah, Kantor perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, menyelenggarakan pasar gotong royong,yang dibuka langsung Gubernur Bali, Wayan Koster Jumat (28/8/2020)

Turut hadir Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati, Komandan Resort Militer 163/Wirasatya, Brigjen TNI Husein Sagaf, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Regional Bali Nusra dan pejabat lainnya

Kepala KPwBI Propinsi Bali, Trisno Nugroho, mengatakan, penyelenggaraan pasar gotong royong ini merupakan salah satu perwujudan dari komitmen bersama dalam mendorong pemulihan ekonomi Bali, khususnya akibat pandemi COVID-19.

“Penurunan kinerja pariwisata telah menyebabkan penurunan daya beli masyarakat, sehingga berdampak pada menurunnya serapan produk UMKM lokal,” katanya.

Pasar gotong royong krama Bali ini juga merupakan implementasi dari instruksi Gubernur melalui Surat Edaran Nomor 15036 Tahun 2020 bagi instansi vertikal maupun lembaga terkait, untuk dapat menyediakan tempat bagi UMKM khususnya yang bergerak di bidang komoditi pangan hingga kerajinan.

Diharapkan dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan secara rutin, aktivitas ekonomi baik penjualan maupun konsumsi masyarakat dapat terus berjalan, sehingga kesejahteraan akan tetap terjaga.

“Sebagai wujud komitmen terhadap perkembangan UMKM, dapat kami laporkan Bank Indonesia melaksanakan tugas pengembangan UMKM melalui pembinaan terhadap klaster-klaster pertanian, kelompok-kelompok kerajinan serta pariwisata, yang sebagian di antaranya hadir di sini pada kesempatan ini,” jelasnya.

Pendampingan dilakukan secara end to end, yaitu dari hulu hingga hilir. Di sisi hulu, pihaknya memberikan bantuan teknis peningkatan kapasitas di bidang budidaya seperti metode pertanian organik berbasis MA-11 hingga penyediaan bibit maupun saprodi.

“Kami juga melakukan pendampingan manajemen, organisasi, legalitas kelompok, keuangan, hingga pemasaran. Di era digital ini, UMKM kami dorong untuk melakukan on-boarding menuju ekosistem daring (online), baik melalui sosial media, hingga marketplace,” imbuhnya.

Kelompok-kelompok UMKM binaan ini juga telah diarahkan untuk memiliki platform pembayaran berbasis QR Indonesia Standard (QRIS), sehingga pembeli dapat melakukan scanning dompet elektronik pada kode QR yang ada di masing-masing UMKM apabila ingin bertransaksi.

Dalam kesempatan ini, diundang delapan kelompok binaan yang membudidayakan tanaman pangan seperti beras, cabai, bawang merah, bawang putih, sayuran, ayam pedaging, dan petelor.

"Kami juga mengundang beberapa binaan perbankan (Kantor wilayah Bank Mandiri, BNI, BRI, BPD), serta binaan Pemda yaitu dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali,” katanya.

Sejumlah 75 paket produk pilihan dari UMKM yang hadir di sini telah disiapkan untuk dibeli oleh Pegawai BI Bali dan keluarga. pihaknya berharap akselerasi program-program pengembangan produk lokal terus dikembangkan.

Produk itu, diantaranya mendorong lebih banyak lagi petani tradisional dan UMKM terhubung dengan marketplace dan teknologi digital, mendorong peningkatan bansos pangan menggunakan produk lokal

Selain itu, mendorong lebih banyak penggunaan produk lokal di industri akmamin
Internalisasi gerakan Cinta Produk Lokal bagi masyarakat Bali Mendorong Kerjasama Antar Daerah bagi UMKM.

Diharapkan agar selalu optimis menghadapi kondisi saat ini, dan selalu melakukan inovasi dalam menjaga daya saing produk.

Pihaknya mengajak  semua untuk secara disiplin mematuhi protokol kesehatan demi menekan tingkat penyebaran COVID-19 di Bali. Hal ini sangat penting, karena terkendalinya COVID-19 merupakan kunci utama dibukanya kembali pariwisata, yang menjadi tulang punggung perekonomian Bali. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi