Kearifan Lokal Signifikan Atasi Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19 di Bali

Senin, 24 Agustus 2020 : 07.00

Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang dipimpin Ketua Satgas Tingkat Nasional Letjen TNI Doni Monardo melalui Vidcon, di Ruang Airlangga Makodam IX/Udayana, Minggu (23/8/2020)/ist
Denpasar - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara menegaskan kearifan lokal yang dijalankan dengan baik berdampak signifikan dalam mengatasi pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 di Bali.

Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Kodam IX/Udayana dalam rangka mendukung tugas Satgas telah dilaksanakan dengan maksimal, dimana semakin hari dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Bali semakin baik.

Hal ini perlu kita apresiasi kepada semua unsur yang terlibat.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara menyampaikan itu saat Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang dipimpin Ketua Satgas Tingkat Nasional Letjen TNI Doni Monardo melalui Vidcon, di Ruang Airlangga Makodam IX/Udayana, Minggu (23/8/2020).

Arahan Panglima TNI dilanjutkan arahan Kasad serta Ketua Satgas Tingkat Nasional, dimana Kodam IX/Udayana sejak bulan Maret 2020 telah melaksanakan operasi pendisiplinan yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu yang dimotori Pangdam IX/Udayana dengan melibatkan kurang lebih 4.800 orang.

Sejalan dengan kebijakan  Gubernur Bali yang juga menjadi kebijakan nasional terkait dengan pemulihan ekonomi ke depan harus terus ditingkatkan.

Hal ini tentunya berdampak kepada interaksi manusia semakin intens atau semakin tinggi, terbukti pada libur beberapa hari ini sesuai data dari Danlanud Ngurah Rai yaitu penumpang pesawat yang masuk ke Bali sejak 16 sampai 22 Agustus sejumlah 23.483 orang.

Laporan dari Danlanal Denpasar yang melalui pelabuhan sejumlah 986.679 orang. 

Ini artinya, Bali sudah mulai bangkit dari sisi ekonomi dan ini menjadi perhatian kita bersama terhadap interaksi antara manusia terutama di ruang-ruang publik.

Hal ini juga  menjadi perhatian dari Kodam dan Polda untuk melaksanakan upaya-upaya intensif sehingga hasil dari data yang ada dapat tetap kita jaga dan pemulihan ekonomi semakin meningkat, namun disisi lain yaitu masyarakat yang terpapar Covid-19 terus menurun.

Satgas dipimpin Pangdam sudah berjalan melaksanakan operasi dengan baik yang bekerjasama dengan unsur-unsur yang ada di wilayah terutama Pecalang dengan memanfaatkan kearifan lokal dan dampaknya sangat signifikan dalam mengatasi pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

Kemudian di rumah sakit dan tempat karantina, Kodam juga sudah mengupayakan melalui kontribusi donor plasma konvalesen yang hasilnya sangat luar biasa.

Termasuk juga upaya-upaya yang lain telah dilakukan oleh Pemda.

“Semua kerja sama yang sudah terjalin dan yang sudah kita kerjakan selama ini, ke depan harus terus kita jaga dan tingkatkan”, tutup Pangdam.

Ketua Satgas Tingkat Nasional Letjen TNI Doni Monardo intinya mengharapkan seluruh pejabat untuk selalu bisa menjaga stamina, karena Covid-19 ini belum akan berakhir dan masih penuh misteri serta masih penuh teka-teki.

"Kita harus tetap semangat memberikan yang terbaik buat bangsa kita. Pelayanan publik yang terbaik adalah ketika negara hadir dan dapat menyelamatkan jiwa manusia," imbuhnya.

Bali ini sangat penting, para pejabat di tingkat pusat saya ingatkan kembali sesuai dengan arahan Presiden beberapa daerah menjadi atensi kita, tetapi Bali itu sangat penting.

"Perlu dicatat Bali itu adalah komunitas dunia internasional yang terbanyak hampir semua warga dunia itu ada di Bali baik orang maupun kantor perwakilannya.

Keberhasilan Bali dalam menangani masalah Covid-19 adalah keberhasilan Bangsa Indonesia, kepercayaan terhadap Pemerintah Bali didalam menangani Covid-19 itu adalah sama halnya dengan keberhasilan Pemerintah Indonesia. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi