Gubernur Bali Apresiasi Gerakan Diversifikasi dan Ekspose UMKM Pangan Lokal

Rabu, 19 Agustus 2020 : 17.43
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi digelarnya Gerakan Diversifikasi dan Ekspose UMKM Pangan Lokal Tahun 2020

Denpasar- Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi digelarnya Gerakan Diversifikasi dan Ekspose UMKM Pangan Lokal Tahun 2020 di Provinsi Bali, yang berlangsung di halaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Rabu (19/8)/2020).

Menurutnya, ketersediaan pangan di Bali tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat tetapi juga berkualitas, sehingga diperlukan kebijakan yang serius dalam bidang pertanian dari hulu ke hilir.

Ragam pangan juga perlu dikembangkan sesuai dengan kondisi alam dari daerah masing- masing sehingga menghasilkan pangan berkualitas. Apa yang cocok ditanam sesuai kondisi daerah, maka pangan tersebut menjadi konsumsi masyarakatnya.
Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini juga mendorong penggunaan pangan lokal yang ketersediaannya cukup melimpah.
 
Dengan demikian, ekonomi masyarakat akan bergerak dari hasil pertanian lokalnya, terlebih hasil pangan lokal Bali tidak kalah kualitasnya dengan pangan dari luar.

Ke depannya, pasar untuk distribusi pangan lokal juga perlu terus dibangun, termasuk bagaimana agar pangan lokal dapat diserap secara maksimal di hotel-hotel dan restaurant, sehingga produk pertanian bisa diberdayakan sebagai produk pariwisata dan nantinya akan meningkatkan kesejahteraan para petani.

Gubernur Koster yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra juga meminta agar edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya diversifikasi pangan dan mengeskalasi UMKM pangan agar dapat berkembang usahanya.

Dengan demikian pada saatnya akan dapat menurunkan ketergantungan konsumsi beras dan meningkatkan konsumsi pangan lokal sumber karbohidrat lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan pada pagi hari ini di antaranya untuk mengantisipasi krisis pangan global dan ancaman kekeringan.
 
Juga, penyediaan pangan alternatif sumber karbohidrat lokal non-beras serta menggerakkan ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan selama satu hari ini diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dari masing masing kabupaten/kota se Bali. Dalam kegiatan ini juga digelar menu berupa olahan pangan non-beras dari bahan lokal. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi