Gairahkan Perekonomian Bangli, BI Dorong Pemberdayaaan UMKM Berbasis QRIS

Minggu, 09 Agustus 2020 : 22.53

Digitalisasi Wisata dan UMKM Bangli Berbasis QRIS BPD Bali Mobile”di Bangli/ist
Bangli - Bank Indonesia Provinsi Bali terus mendorong pemberdayaan kegiatan UMKM berbasis Quick Response Code Indonesian Standard. (QRIS) dalam upaya menggairahkan kembali perekonomian di Kabupaten Bangli.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengungkapkan  rangkaian kegiatan "Digitalisasi Wisata dan UMKM Bangli Berbasis QRIS BPD Bali Mobile” merupakan kegiatan digitalisasi di Sektor Pariwisata sekaligus untuk menggairahkan perekonomian melalui pemberdayaaan UMKM berbasis QRIS di Bangli.

Perekonomian Bali mengalami kontraksi yang cukup dalam hingga -10,98 (yoy) pada Triwulan II-2020. Seiring dengan semakin berkurangnya kasus penambahan pasien positif Covid-19, maka sekaranglah saatnya untuk melakukan pemulihan ekonomi dan pariwisata agar Bali segera bangkit kembali. 

Sesuai rilis PDRB BPS Provinsi Bali, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan positif selama Pandemi Covid-19 masih terdapat pada kategori A (Pertanian, Kehutanan dan Perikanan) yang bersumber dari meningkatnya nilai tambah sub kategori tanaman pangan. 

"Sementara lapangan usaha yang terkait dengan aktifitas Pariwisata(penyediaan  Akomodasi dan Makan Minum) menghadapi kontraksi/pertumbuhan negatif yang cukup berat," ungkap Trisno dalam acara yang dihadiri Wagub  Bali Tjokorda Oka Artha Ardana, Bupati Bangli I Made Gianyar dan Giri Adnyani, Sekretaris Kementerian Parekraf/Sekretaris Utama Badan Parekraf mewakili Menteri Pariwisata dan Parekraf RI.

Menyambut Rencana Pembukaan Destinasi Wisata Bali kepada Wisatawan Mancanegara sebagaimana telah dicanangkan Pemerintah Provinsi Bali pada 11 September 2020 yang akan datang, diperlukan berbagai stimulus perekonomian baik dengan kebijakan fiskal ekspansif dengan mempercepat realisasi belanja pada mata anggaran di APBN di Daerah.

Juga meningkatkan kesiapan para pelaku ekonomi di Bali untuk berdamai dengan kondisi Pandemic Covid 19. 

Denyut Kegiatan Ekonomi di Bali akan bisa pulih jika Covid 19 segera berlalu, untuk itu kami tidak bosan-bosan nya mengingatkan bahwa kebangkitan perekonomian Bali bisa terlaksana apabila tatanan kehidupan Bali era baru sesuai yang tertuang dalam SE Gubernur No.3355 dapat dilaksanakan dengan disiplin. 

Tatanan kehidupan era baru tidak hanya mengedapankan pada protokol kesehatan berupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, tetapi juga harus mencakup kegiatan penyelesaian transaksi pembayaran tanpa kontak fisik secara non tunai atau berbasis digital yang antara lain dengan menggunakan QRIS sebagaimana tujuan kita pada acara hari ini. 

QRIS Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman serta dapat diaplikasikan di semua sektor termasuk di Pusat Perbelanjaan, Objek Wisata, hingga Rumah Sakit karena mendukung faktor clean, health, safety and environment sustainability (CHSE) yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi. 

"Hal ini sejalan dengan himbauan WHO (World Health Organization) yang menghimbau masyarakat agar menggunakan contactless payment," demikian Trisno. (rhm)

Sampai saat ini, merchant yang telah menggunakan QRIS per 31 Juli 2020 mencapai 113.737 merchant, dimana sebanyak 1.832 merchant berada di Kabupaten Karangasem dan sebanyak 1.755 merchant berada di Kabupaten Klungkung. 

Angka tersebut meningkat signifikan yakni sebesar 346% dibandingkan dengan awal tahun 2020. Dari angka tersebut, sebanyak 57% (64.650) merchant merupakan usaha mikro, 20% (22.751) merchant usaha kecil, 17% (18.862) merchant usaha menengah dan 6% (6.807) merchant usaha besar. Kami meyakini peningkatan penggunaan QRIS sebagai sarana pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal ini akan semakin mendorong percepatan kebangkitan perekonomian Bali. (rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi