Ekonom Konstitusi: Tak Ada Terobosan Presiden Jokowi atas Berulangnya Defisit Anggaran

Sabtu, 15 Agustus 2020 : 09.12
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato Nota Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2021 telah disampaikan Presiden pada Jum'at tanggal 14 Agustus 2020/Biro Pers Setpres.

Jakarta - Tidak ada terobosan (breakthrough) yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan tim kabinetnya dalam menyelesaikan keadaan defisit anggaran yang terus berulang.

Demikian pandangan disampaikan Ekonom Konstitusi Defiyan Cori atas Nota Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2021 telah disampaikan Presiden pada Jum'at tanggal 14 Agustus 2020. 
 
Menurutnya, postur APBN yang disampaikan tetap tidak berubah, kembali dibuat defisit sebesar 5 persen lebih. 

Karenanya, dia menilai tidak ada terobosan (breakthrough) yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dan tim kabinetnya dalam menyelesaikan keadaan defisit anggaran yang terus berulang. 
 
Padahal sejak memegang amanah mengelola pemerintahan sejak Tahun 2014, Presiden Jokowi telah mengeluh soal sempitnya ruang fiskal di satu sisi. 
 
Di sisi yang lain,  pengharapan publik kepada sosok Joko Widodo dengan menampilkan gaya kepemimpinan "merakyat" yang begitu besar menjadi motivasi dan inspirasi bagi semua kalangan untuk memberikan kepercayaan padanya menakhodai Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Disamping itu, publik juga berharap keluhan Presiden atas sempitnya ruang fiskal yang berpengaruh pada pengelolaan keuangan negara dalam menjalankan pemerintahan akan terjawab dengan janji kampanye Presiden yang lain.
 
"Janji itu adalah merampingkan kabinet dan tidak akan bertransaksi dengan partai politik pendukung dalam menyusun portofolio kabinet," tandas alumnus Universitas Gadjah Mada dalam keterangannya Sabtu (15/8/2020).
 
Lalu, bagaimana bukti janji kampanye tersebut sampai dengan periode kedua (2019-2024) keterpilihannya sebagai Presiden Republik Indonesia? 
 
"Masihkah ada waktu untuk memenuhinya, termasuk soal kemandirian ekonomi bangsa yang juga telah menjadi salah satu yang terdapat dalam Trisaktinya?," tanya Defiyan mengakhiri. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi