Digelar Saat Pandemi, Begini Tata Cara Pelaksanaan Pilwali Denpasar 2020

Selasa, 04 Agustus 2020 : 19.05

Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Provinsi Bali I Gede John Darmawan saat memberi materi dalam sosialisasi tata cara pelakasaan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar Tahun 2020/ist
Denpasar
- KPU Kota Denpasar terus mensosialisasikan tata cara pelakasaan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar Tahun 2020 yang dihelat saat pandemi Covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Berrkaitan itu, digelar sosialisasi di Inna Bali Heritage Hotel Denpasar, Selasaa (4/8/2020).

Sosialisasi pencalonan untuk pasangan calon yang diusulkan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik Dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar Tahun 2020. Untuk penyelenggara: KPU Kota Denpasar

Dalam kegiatan menghadirkan Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Provinsi Bali I Gede John Darmawan dengan moderator Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan I Made Windia diikut ipengurus partai politik peserta Pemilu 2019, Bawaslu Kota Denpasar, Forkompimda, anggota Pokja Sosialisasi KPU Kota Denpasar

Tujuan kegiatan untuk mensosialisasikan persyaratan pencalonan, pasangan calon dan tahapan pencalonan. Sosialisasi dibuka Ketua KPU Kota Denpasar I Wayan Arsa Jaya.

Dalam kesempatan itu, Arsa Jata menyampaikan, pelaksaanaan Pilwali  terjadi pergeseran waktu menjadi 9 Desember 2020 di tengah pandemi/situasi tidak normal dengan pelaksanaan yang normal.

Sosialisasi dilaksanakan dengan harapan tahapan dapat berjalan dengan baik dengan tertransformasinya dan terpedomaninya regulasi yang ada terkait PKPU yang mengatur proses pencalonan sehingga hal-hal yang kurang baik dapat ditanggulangi bersama demi Ngulati Denpasar Shanti yang merupakan jargon KPU Kota Denpasar. 

Arsa juga menyampaikan, hal-hal baru di TPS yang penting untuk diketahui bersama seperti jumlah pemilih di setiap TPS dibatasi maksimal 500 pemilih dari biasanya berjumlah 800 pemilih,

"Adanya pengukuran suhu tubuh untuk penyelenggara maupun pemilih, pemilih dihimbau pakai masker ke TPS dan aturan protokol kesehatan lainnya yang bertujuan menghilangkan ketakutan/kecemasan masyarakat pemilih," tutur Arsa.

Demikian pula untuk penyerahan dokumen pencalonan maupun dokumen hasil pencoklitan dengan dikemas dengan bahan kedap cairan.

Arsa mengatakan, KPU sebagai penyelenggara wajib menyampaikan sosialisasi dan jika ada hal-hal yang kurang jelas, agar  segera dikonsultasikan.

"Bawaslu disamping mengawasi pelaksanaan tahapan sudah berjalan dengan baik juga mengawasi tentang pelaksanaan protokol kesehatan covid-19 sudah dilaksanakan di setiap tahapan,"imbuhnya.

Sementara, John Darmawan menyampaikan KPU sebagai penyelenggara memiliki 4 tahapan penting yaitu tahapan Pemutakhiran Data Pemilih, pencalonan, pungut hitung dan rekapitulasi perolehan suara.

"Karena, pada tahapan tersebut melibatkan total seluruh masyarakat serta menjadi tolok ukur keberhasilan pelaksanaan Pilwali 2020," katanya menegaskan.

Sosialisasi terkait peserta pemilihan, persyaratan pencalonan, persyaratan calon dan tahapan pencalonan Pilwali 2020 disampaikan dengan sangat lancar dan baik sehingga tidak ada pertanyaan dari peserta sosialisasi.

Berdasarkan pengalaman sebagai penyelenggara pemilu selama 2 periode di KPU kota Denpasar, John menyampaikan pesan kepada peserta, jika ada hal-hal yang kurang jelas agar segera dikonsultasikan kepada KPU Kota Denpasar sedetail-detailnya.

"Terlebih dahulu terkait adminitrasi  agar pada saat pendaftaran tidak ada yang kurang/salah," imbuh John. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi