Denpasar Gelar Pasar Gotong Royong Hingga Akhir Tahun 2020

Kamis, 13 Agustus 2020 : 00.00

Denpasar-Sebagai upaya memberikan dukungan penguatan perekonomian masyarakat serta menciptakan peluang pasar bagi Petani, Nelayan dan Perajin, Pemkot Denpasar menggelar Pasar Gotong Royong Krama Bali yang berlangsung hingga bulan Desember 2020.

 

Pembukaan pasar gotong royong Krama Bali secara resmi dimulai Jumat (14/8/2020).

 

Pandemi Covid-19 memberikan dampak serius di berbagai bidang. Selain kesehatan masyarakat, bidang ekonomi mengalami goncangan hebat akibat Covid-19 ini. 

 

"Pelaksanaan pertama akan dibuka secara resmi mulai Jumat, akan berlangsung setiap hari Jumat hingga bulam Desember mendatang," ujar Asisten Administrasi Umum Yang juga selaku Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pasar Gotong Royong Krama Bali di Kantor Walikota Denpassr, Rabu (12/8/2020). 

 

Prinsipnya pelaksanaan Pasar Gotong Royong Krama Bali ini merupakan sebuah upaya untuk mewujudkan komitmen  Pemkot Denpasar  dalam mendukung penguatan serta menciptakan stimulus ekonomi bagi masyarakat. 

 

Tentunya ini merupakan komitmen bersama lintas sektor untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat di masa Covid-19 ini, selain itu juga untuk memberikan ruang pemasaran bagi petani, nelayan dan perajin .

 

Eddi didampingi Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Denpasar, I Made Saryawan menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan akan dipusatkan di Parkir Utara Lapangan Lumintang setiap hari Jumat hingga Bulan Desember mendatang. 

 

Adapun peserta yang dilibatkan terdiri atas UMKM Binaan Dinas Pertanian, UMKM Binaan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, UMKM Binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta UMKM Binaan Dinas Koperasi dan UKM yang masing-masing mengirimkan 5 UMKM, sehingga terdapat 20 UMKM yang berpartisipasi. 

 

"Tentu produk yang dipasarkan merupakan hasil produksi petani, nelayan dan perajin, hal ini dapat berupa pangan, sandang ataupun produk kerajinan lainya," jelas Eddy. (rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi