BI Optimis Kerja Sama Kabupaten dan Stakeholder Bisa Bangkitkan Ekonomi Bali

Minggu, 09 Agustus 2020 : 12.26

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho/ist
Amlapura -  Kerja sama antara pemerintah kabupaten dan kota bersama stakehloder seperti perbankan dan industri lainnya yang terus meningkat diyakini akan bisa membangkitkan ekonomi Bali pada triwulan ketiga 2020.

Karenanya, peran serta Bank Indonesia dalam upaya mendukung Pemerintah Provinsi Bali untuk suksesnya Tatanan Kehidupan Bali Era Baru terus digerakan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, demi bangkitnya perekonomian Bali.

Agar perekonomian Bali bangkit, kita harus mulai menerapkan tatanan kehidupan Bali era baru sesuai yang tertuang dalam SE Gubernur No.3355.

Tatanan kehidupan era baru tidak hanya mengedapankan pada protokol kesehatan berupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, tetapi juga harus mencakup kegiatan penyelesaian transaksi pembayaran tanpa kontak fisik secara non tunai atau berbasis digital yang antara lain dengan menggunakan QRIS.

Bertempat di pantai Yeh Malet Karangasem hari ini dengan mengandeng BPD Bali, Bank Indonesia melakukan Digitalisasi Sistem Pembayaran Berbasis QRIS pada fasilitas layanan (Kesehatan, UMKM, Dan Kawasan Wisata) di dua Kabupaten sekaligus yaitu Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Klungkung, (8/8/2020).

“ Seperti yang kita ketahui, perekonomian Bali mengalami kontraksi yang cukup dalam hingga -10,98 (yoy) pada Triwulan II-2020. Namun seiring dengan semakin berkurangnya kasus penambahan pasien positif Covid-19, sekaranglah saatnya untuk melakukan pemulihan ekonomi dan pariwisata agar Bali bangkit”, tandasnya.

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman serta dapat diaplikasikan di semua sektor termasuk di Pusat Perbelanjaan, Objek Wisata, hingga Rumah Sakit.

Sebab itu mendukung faktor cleanhealthsafety and environment sustainability (CHSE) yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi.

Hal ini sejalan dengan himbauan WHO (World Health Organization) yang menghimbau masyarakat agar menggunakan contactless payment.

Lebih lanjut Trisno Nugroho menyapaikan bahwa jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS per 31 Juli 2020 mencapai 113.737 merchant, dimana sebanyak 1.832 merchant berada di Kabupaten Karangasem dan sebanyak 1.755 merchant berada di Kabupaten Klungkung. Angka tersebut meningkat signifikan yakni sebesar 346% dibandingkan dengan awal tahun 2020. Dari angka tersebut, sebanyak 57%

(64.650) merchant merupakan usaha mikro, 20% (22.751) merchant usaha kecil, 17% (18.862) merchant usaha menengah dan 6% (6.807) merchant usaha besar. Kami meyakini peningkatan penggunaan QRIS sebagai sarana pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal ini akan semakin mendorong percepatan kebangkitan perekonomian Bali.

“Kunci keberhasilan penerapan tatanan kehidupan era baru menuju Bali Bangkit tidak lepas dari adanya kerjasama dari semua pihak mulai dari pemerintah, perbankan, pelaku usaha, tim medis dan masyarakat”, pungkasnya.

Pihaknya  mengucapkan terima kasih kepada Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumantri dan Bupati Kelungkung, I Nyoman Suwitra dalam upaya mendukung pencegahan Covid-19 dan mendorong bangkitnya perekonomian di Bali.

Harapannya, supaya kota dan kabupaten di Provinsi Bali lainnya dapat mengikuti jejak Kabupaten Karangasem dan Klungkung dalam menerapkan tatanan kehidupan Bali era baru meliputi digitalisasi transaksi nontunai berbasis QRIS di berbagai sektor khususnya sektor kesehatan, perdagangan, dan pariwisata sebagai penopang perekonomian Bali.

"Saya  meyakini apabila kerja sama yang telah terjalin ini dapat kita terus ditingkatkan, maka sebagaimana harapan Presiden Jokowi, pada triwulan III ini, ekonomi Bali akan mulai Bangkit Kembali," demikian Trisno. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi