Bandara Ngurah Rai Gelar Safe Travel Campaign

Sabtu, 29 Agustus 2020 : 23.24


Badung
 – Co. General Manager Commercial PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Rahmat Adil Indrawan, menyatakan optimisme terkait upaya pemulihan pariwisata Bali. 


Sejumlah instansi dan asosiasi pemangku kepentingan industri penerbangan dan pariwisata menyelenggarakan kampanye perjalanan aman bertajuk Safe Travel Campaign.


Kampanye yang digelar pada Jum’at-Sabtu, tersebut mengambil tempat di Bali, setelah sebelumnya para peserta kampanye berangkat dari Jakarta.


Inisiasi yang dihajat oleh sejumlah instansi, ini bertujuan untuk meyakinkan masyarakat untuk kembali berwisata dengan aman, serta untuk memulihkan kembali sektor pariwisata dan perekonomian yang terdampak cukup parah akibat pandemi COVID-19.


"Memasuki paruh kedua tahun 2020, kita tengah menjalani era adaptasi kenormalan baru. Industri penerbangan dan pariwisata kini perlahan beradaptasi terhadap era baru ini. Perlahan, pergerakan penumpang dan pesawat udara mulai menggeliat,” ujar Rahmat.


"Tentunya, kami selaku pengelola bandar udara telah menerapkan secara ketat serangkaian langkah protokol kesehatan demi kenyamanan dan keamanan pengguna bandar udara di masa pandemi ini,” sambungnya.


Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menyatakan kegiatan masyarakat tetap dapat dijalankan dengan mengindahkan penerapan protokol kesehatan. 


Masyarakat perlu melakukan banyak penyesuaian dalam penghentian penyebaran virus ini, namun tetap dapat melakukan kegiatan perekonomian. 


"Berbagai upaya telah dilakukan, supaya dapat mendorong masyarakat untuk tetap melakukan kegiatan produktif tapi di saat bersamaan, kita semua memiliki kesadaran dalam menghentikan penyebaran virus ini,” tuturnya.


Dalam rangkaian kegiatan kampanye ini, dihelat pula acara penandatanganan kesepakatan kerja sama antara INACA dengan PHRI. 


Kesepakatan ini ke depannya dimaksudkan sebagai payung dari para anggota asosiasi, baik dari sisi perusahaan maskapai penerbangan maupun dari sektor industri perhotelan dan restoran, sebagai pemicu kerja sama secara business to business (B2B).


Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, menyampaikan dua hal yang sangat mempengaruhi minat masyarakat untuk kembali berwisata ke Bali.


"Melalui hal (penandatanganan kesepakatan kerja sama INACA dengan PHRI) ini, ada dua hal yang kita dorong, yang pertama adalah affordability atau masalah pricing, di mana harga yang menarik akan tidak akan memberatkan," ujar Hariyadi.


Dikutip dari rilis resmi, CEO AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga menyatakan alasan dipilihnya Bali sebagai tujuan kampanye ini. 


Pemilihan Bali sebagai destinasi tujuan safe travel campaign ini juga didasari oleh hasil survey digital AirAsia yang menunjukkan Bali sebagai destinasi favorit pelanggan AirAsia dengan 45 persen pelanggan memilih Bali sebagai destinasi untuk dikunjungi. 


"Sejalan dengan itu, kami akan membuka kembali penerbangan dari hub kami di Bali ke Labuan Bajo, Lombok, Yogyakarta dan Solo secara bertahap mulai September 2020,” sambungnya.


Peserta Safe Travel Campaign tiba di Bali pada Jumat siang melalui penerbangan maskapai AirAsia Indonesia QZ7520, setelah sebelumnya berangkat dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.


"Kita semua berharap  melalui penandatanganan statement agreement antara INACA dan PHRI ini, dapat menjadi semacam katalis dalam upaya kita semua untuk kembali membangkitkan pariwisata bali,” tutupnya. (riz)

Bagikan Artikel

Rekomendasi