Alami Kontraksi Terdalam, BI Ajak Semua Stakeholder Bangkitkan Bali

Kamis, 06 Agustus 2020 : 12.52
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho/Kabarnusa
Buleleng
- Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengajak semua stakeholder pemangku kepentingan untuk menyatukan langkah dengan berbagai aktivitas dalam membangkitkan Bali.

Trisno menyampaikan itu saat memberi sambutan dalam panen bersama komoditas klaster bawang putih dan penyerahan bantuan PSBI kepada KTT Manik Pertiwi binaan KPwBI Provinsi Bali di Wanagiri, Sukadada Buleleng- Kamis (6/8/2020).

Sebagaimana diketahui, BI Bali baru saja merilis pertumbuhan ekonomi terakhir pada bulan Juli 2020 yang mengalami kontraksi.

Trisno mengaku sedih dengan pertumbuhan ekonomi Bali yang mengalami kontraksi terdalam hingga minus (-10.89)  persen.

"Untuk itu, mari bangkitkan Bali agar bisa lebih baik, mungkin belum bisa positif, namun minimal bisa mengurangi kontraksi lagi," tegas mantan Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta ini.

Pihaknya mengajak Bupati Buleleng- Putu Agus Suradnyana yang hadir dalam panen bersama bawang putih itu, serta seluruh stakeholder berbuat melakukan kegiatan yang bisa dilihat dari dunia luar.

Salah satu cara bisa dilakukan, dengan semangat membeli produk produk, yang dihasilkan di Bali. Belilah bawang merah, bawang putih, jagung dari Bali dan seterusnya. Bali memiliki banyak produk yang kualitasnya tidak kalah dari luar daerah.

"Banggalah dengan produk dari Bali, sehingga Bali bisa bangkit, UMKM bisa bangkit," tegasnya lagi.

Diakuinya, setelah ekonomi Bali yang mengalami kontraksi terdalam, dari pusat banyak yang memberi perhatian agar Bali bisa kembali pulih.

Karenanya, Trisno terus melakukan berbagai kegiatan melibatkan seluruh stakeholder pariwisata, UMKM dan masyarakat lainnya dengan aktivitas agar bisa menumbuhkan kepercayaan dunia luar.

"Mari kita bersama-sama melakukan berbagai aktivitas, kita tunjukkan bahwa Bali tidak diam," sambungnya.

Hanya dengan itu, terus bergerak, tidak diam secara perlahan pertumbuhan ekonomi bisa bergerak dan pariwisata bisa kembali pulih dan bangkit.

Setelah pariwisata Bali dibuka kembali 31 Juli lalu, untuk wisatawan domestik, maka perlahan Bali tdak diam tetap beraktivitas.

Dalam beberapa hari ke depan ,dia mengajak berbagai komponen pariwisata, dunia usaha dan stakeholder lainnya mendatangi tempat-tempat wisata seperti di Goa Lawah dengan mengendarai vespa dan di Kintamani melakukan safari menaiki mobil tua

Kegiatan itu sekaligus diisi kampanye penerapan transaksi pembayaran berbasis digital (QRIS) serta melibatkan UMKM. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi