Zona Merah, Gubernur Bali Beri Perhatian Serius Penanganan COVID-19 di Denpasar

Rabu, 01 Juli 2020 : 19.39
Gubernur Bali I Wayan Koster memberi perhatian serius penanganan COVID-19 di Kota Denpasar karena di semua desa sudah ada kasus positif atau masuk zona merah./ist
Denpasar - Gubernur Bali I Wayan Koster memberi perhatian serius penanganan COVID-19 di Kota Denpasar karena di semua desa sudah ada kasus positif atau masuk zona merah.

Jadi Denpasar menjadi wilayah yang betul-betul harus mendapat perhatian,” ujarnya sembari meminta camat, perbekel dan lurah lebih serius menangani COVID-19 di bawah koordinir Walikota Denpasar.

679 peserta yang terdiri dari camat, lurah dan perbekal mengikuti tatap muka secara daring dengan Gubernur Wayan Koster dari lokasi masing-masing yang tersebar di seluruh Bali.

Perbekel dan lurah di sejumlah wilayah melaksanakan video conference dengan gubernur di Kantor Camat sebagai titip kumpul.

Mengawali arahannya, Gubernur Koster menyampaikan permohonan maaf karena sejak pandemi COVID-19, baru kali ini sempat melakukan tatap muka dengan aparat yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program-program yang berkaitan dengan upaya penanggulangan COVID-19.

Menyesuaikan dengan protokol kesehatan COVID-19, tatap muka dilaksanakan secara virtual dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. “Semenjak COVID-19 muncul di Bali, baru kali ini kita bertemu, ini pun secara virtual.

Itu karena di awal saya fokus pada upaya untuk membuat suatu pola tatanan kebijakan agar penanganan COVID-19 dapat dikelola dengan baik,” ujar Gubernur yang dalam kesempatan itu didampingi Kadis Pemberdayaan Masyarakat, Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina, S.IP, M.Si.

Meski demikian, Gubernur Koster mengakui bahwa saat ini masih terjadi penambahan kasus positif COVID-19 yang cukup signifikan. “Bila dicermati, ada perubahan pola dalam penambahan kasus positif COVID-19.

Di awal, kasus positif didominasi oleh imported case yang dibawa oleh para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang dipulangkan oleh perusahan tempat mereka bekerja di luar negeri, namun belakangan penambahan kasus didominasi oleh transmisi lokal,” terangnya.

Secara akumulatif, data per tanggal 30 Juni 2020, Bali mencatat angka positif COVID-19 sebanyak 1493 kasus, terdiri dari 291 PMI, 53 luar daerah, 1132 transmisi lokal dan 17 kasus WNA.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 798 orang atau 53,45 persen telah dinyatakan sembuh, 681 orang atau 45,61 persen masih dalam perawatan dan pasien meninggal sebanyak 14 orang atau 0,94 persen.

Yang menjadi catatan Gubernur Wayan Koster, kasus transmisi lokal didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) yang mencapai 840 orang. Menurutnya hal ini perlu diwaspadai dengan melakukan upaya sistematis dan progesif agar dengan cepat dapat mengetahui masyarakat yang berpotensi terjangkit.

Jangan sampai, OTG menularkan kepada orang lain sehingga memicu munculnya kasus baru.

“Untuk Denpasar, sudah semuanya (zona, red) merah. Jadi Denpasar menjadi wilayah yang betul-betul harus mendapat perhatian,” ujarnya sembari meminta camat, perbekel dan lurah lebih serius menangani COVID-19 di bawah koordinir Walikota Denpasar.

Untuk mempercepat penanganan COVID-19 di Kota Denpasar, ia telah bicara dengan Walikota IB Rai Dramawijaya Mantra agar ada langkah lebih cepat dan progresif.

Penambahan kasus positif COVID-19 yang cukup signifikan menandakan program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang dirancang Pemkot Denpasar belum terlaksana secara efektif.

“Jalankan PKM, bukan hanya menyetop kendaraan di jalan, tapi lebih difokuskan pada upaya menertibkan disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Penanganan COVID-19,” tandasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Bali menggelontorkan bantuan sebesar Rp. 10 miliar untuk penanganan COVID-19 di Kota Denpasar. Bantuan tersebut saat ini tengah diproses secara administratif dan diharapkan dapat segera terelalisasikan.

Dana bantuan ini nantinya akan diperuntukkan bagi upaya mengoptimalkan upaya penanganan COVID-19, termasuk dana bagi relawan desa, kelurahan dan satgas gotong royong.

“Ini merupakan kebijakan khusus yang saya ambil untuk Kota Denpasar karena kasusnya sangat tinggi, tentunya menjadi tanggung jawab bersama. Tak hanya dibebankan kepada pemerintah kota,” terangnya.

Dalam tatap muka, gubernur membuka ruang dialogf dengan peserta vicon. Sejumlah camat, perbekel dan lurah menyampaikan upaya yang telah mereka laksanakan dalam penanganan COVID-19 di wilayah masing-masing.

Mereka juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Gubernur Wayan Koster menggelar tatap muka secara daring. (lif)
Bagikan Artikel

Rekomendasi