Trisno Nugroho: QRIS Solusi Bangkitkan Sektor Pariwisata di Bali

Sabtu, 25 Juli 2020 : 11.13
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho/ist
Gianyar -  Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menegaskan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai kanal pembayaran juga menjadi solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dalam tatanan kehidupan era baru di Bali.

Dengan alat pembayaran transaksi nontunai itu, mendukung faktor clean, health dan safety yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi.

Trisno menegaskan itu saat menghadiri “Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru dan Digitalisasi Monkey Forest Berbasis QRIS” Gianyar, Sabtu (25/7/2020).

Kegiatan ini merupakan agenda dari rangkaian kegiatan “Road To Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali” yang telah dilaksanakan sejak 9 Juli 2020.

Sampai saat ini, sudah 8 Kota Kabupaten yang telah dilakukan kunjungan, yaitu Denpasar, Karangasem, Buleleng, Tabanan, Badung, Klungkung, Jembrana dan pada hari ini Gianyar. Dengan demikian tinggal 1 lagi kabupaten di Bali yang belum dikunjungi, yaitu Kabupaten Bangli.

Pandemi covid 19 telah memberikan dampak pertumbuhan ekonomi Bali mengalami kontraksi karena wisatawan mengalami penurunan yag sangat tajam.

Karenanya, kata Trisno, Bank Indonesia mendukung implementasi penerapan tatanan kehidupan era baru. Karena melalui penerapan tatanan kehidupan era baru ini diharapkan secara perlahan ekonomi Bali kembali bangkit

Dipilihnya Monkey Forest Ubud ini, sangat tepat karena merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan baik domestik dan internasional.

Terlebih lagi, lokasinya yang strategis di Ubud sebagai kawasan yang sudah populer sebagai episentrum budaya dan wisata alam menjadikan Monkey Forest ini sebagai tujuan yang tidak mungkin dilewatkan oleh wisatawan saat berkunjung ke Bali.

Penerapan tatanan kehidupan era baru menjadi penting dilakukan terutama menyambut datangnya wisatawan saat Monkey Forest dibuka kembali nantinya.

"Penerapan tatanan kehidupan era baru tidak hanya mengedapankan pada protokol kesehatan berupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, tetapi juga harus mencakup kegitan penyelesaian transaksi pembayaran secara non tunai atau berbasis digital yang antara lain dengan menggunakan QRIS," ungkap Trisno dalam acara yang dihadiri Wakil Gubernur BaliTjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

QRIS Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang dapat diaplikasikan di semua sektor khususnya sektor pariwisata yang menuntut semuanya harus serba cepat, mudah, murah, dan aman.

Selain itu, kata Trisno, QRIS sebagai kanal pembayaran juga menjadi solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dalam tatanan kehidupan era baru karena mendukung faktor clean, health dan safety yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi.

Monkey Forest Ubud tidak hanya sudah menyediakan sarana dan prasarana protokol kesehatan tetapi juga telah mempersiapkan cara bertransaksi secara digital yaitu menggunakan QRIS seperti pembelian tiket masuk hingga penjualan pupuk hasil pengolahan sampah yang ada diarea Monkey Forest.

"Saya berharap penggunaan QRIS ini kedepan dapat semakin diperluas hingga destinasi-destinasi wisata lainnya di Ubud," ucap mantan Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta ini.

Harapannya, dengan dioptimalkannya penggunaan QRIS selain mampu mencegah risiko penularan virus juga mampu mendukung kegiatan ekonomi masyarakat Ubud Gianyar khususnya Desa Padangtegal.

Pihaknya juga mendukung perbankan di Bali yang telah berupaya mendukung perluasan penggunaan QRIS di seluruh Bali. 

Hal ini terbukti jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS per 17 Juli 2020 telah mencapai 108.573 merchant, meningkat sebesar 314% dibandingkan dengan awal tahun 2020 yang hanya sebanyak 25.483 merchant.

Dari angka tersebut, sebaran di Kabupaten Gianyar masih dikisaran 8,1% atau sebanyak 8.797 merchant. Kami yakin setelah implementasi digitalisasi di Monkey Forest ini, akan semakin mendorong percepatan dan perluasan implementasi penggunaan QRIS di Bali dan khususnya di Kabupaten Gianyar.

Kunci keberhasilan penerapan tatanan kehidupan era baru ini adalah adanya kerjasama dari semua pihak mulai dari pemerintah, perbankan, pelaku usaha dan masyarakat. 

"Hari ini kita melihat hasil kerjasama tersebut, Bank Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pengelola desa, BPD Bali dan Badan Musyawarah Perbankan Bali bersinergi menjadikan Desa Padangtegal tidak hanya siap menerapkan tatanan kehidupan era baru tetapi juga telah siap menjadi kawasan wisata berbasis digital," demikian Trisno. (rhm

Bagikan Artikel

Rekomendasi