Tingkatkan Produktivitas Saat Pandemi, Media Dorong Adaptasi Kebiasaan Baru Masyarakat

Jumat, 24 Juli 2020 : 14.57
Tabanan
-  Media massa berperan penting dalam  mengawal produktivitas serta kedisiplinan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Sehubungan dengan itu, Suaradewata.com berencana menggelar Diskusi Daring bersama narasumber terkait dengan tema “PERAN MEDIA DALAM ADAPTASI KEBIASAAN BARU MENUJU INDONESIA TANGGUH BERDASARKAN PANCASILA”.

"Kami ingin  menumbuhkan sikap masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 dan tetap produktif di tengah pandemi, sehingga dapat hidup dalam tatanan baru serta ikut menyukseskan penanganan Covid-19," ujar , Direktur PT Suara Dewata Media Ni Made Novitasari dalam keterangannya Jumat (24/7/2020).

Lebih lanjut dijelaskannya, Webinar ini akan dilaksanakan Senin (27/7/2020) mulai pukul 10.00 WITA - selesai. "

Pembukaan akan dilakukan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti. Sedangkan narasumber salah satu dari Ketua MDA Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet," jelasnya.

Adanya webinar ini, diharapkan bisa menciptakan opini di berbagai lini media guna menyukseskan penanganan Covid 19 dengan tidak memproduksi berita atau opini atas dasar informasi hoax dan hasutan provokatif yang dapat menghambat penanganan Covid-19. 

Salah satu sasaran yang ingin dicapai adalah menumbuhkan pandangan dan opini publik melalui kontribusi insan media agar berperan dan mengawal produktivitas serta kedisiplinan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Caranya, dengan melakukan edukasi serta literasi berpegang pada nilai,-nilai Pancasila di media publik guna menyukseskan penanganan Covid-19 menyosong adaptasi kebiasaan baru," tandasnya.

Diketahui,status darurat bencana Covid-19 telah diberlakukan sejak 28 Januari 2020, melalui Keputusan Kepala BNPB Nomor 9A tahun 2020 tentang Penetapan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

Dua bulan setelah kasus pertama positif corona ditemukan di Indonesia, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Indonesia untuk bisa berdamai dan hidup berdampingan dengan Virus Corona tersebut. 

Frase berdamai yang digunakan Jokowi, menurut Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, memiliki makna penyesuaian baru atau adaptasi kebiasaan baru dalam tatanan kehidupan. 

Presiden Jokowi kembali menegaskan istilah berdamai dan berdampingan itu pada pertengahan Mei. Hidup berdampingan harus dilakukan karena virus ini tak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat. 

Berdampingan, menurut Jokowi, bukan berarti masyarakat harus menyerah, namun “menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru tersebut. (rhm)



Peran media dalam melakukan literasi dan edukasi kepada masyarakat untuk memasuki era kebiasaan baru sangat diperlukan. 

Media harus tampil terdepan memberikan literasi dan pencerahan kepada masyarakat bagaimana tetap melakukan standar protokol kesehatan dalam berdampingan hidup dengan Covid-19. 

Dimana belakangan ini kedisplinan masyarakat mulai kendor dan tidak menerapkan protokol kesehatan. Padahal kunci sukses pencegahan penyebaran virus Covid-19 adalah kedisplinan melakukan protokol kesehatan.

Oleh karenanya, pada kondisi saat ini perlu ditanamkan nilai-nilai Pancasila disetiap individu masyarakat Indonesia. 

Beberapa nilai-nilai Pancasila yang paling berperan dalam menghadapi pandemi Covid-19, yakni nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong. 

Kedua nilai tersebut harus terus dipupuk dan digalakkan, bahkan tidak hanya dalam melawan Covid-19, akan tetapi juga dalam mengatasi berbagai persoalan yang melanda negeri ini agar persatuan bangsa terus terjaga dan tujuan berbangsa dan bernegara dapat tercapai. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi