Tingkatkan Imunitas, Produk Perikanan Laris Manis Saat Pandemi Covid-19

Kamis, 02 Juli 2020 : 10.50
Tentu ini menjadi peluang bagi 60.000 lebih Unit Pengolah Ikan (UPI) skala UMKM di Indonesia./ist
Jakarta
- Produk kelautan dan perikanan  mengandungan gizi yang diyakini mampu meningkatkan imunitas sehingga produk perikanan menjadi bahan pangan yang dicari konsumen saat pandemi Covid-19.

Tentu ini menjadi peluang bagi 60.000 lebih Unit Pengolah Ikan (UPI) skala UMKM di Indonesia.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Dirjen PDSPKP), Nilanto Perbowo mengatakan, tingginya permintaan produk perikanan saat ini harus dibarengi dengan kualitas dan mutu yang berdaya saing. Untuk mendorong itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengusung program yang mengutamakan kelestarian sumber daya alam, daya saing, mutu dan keamanan pangan.

“Sustainable environment harus dijaga dan seimbang dengan kesinambungan bisnisnya, mengingat keberlimpahan ketersediaan sumber daya ikan di setiap daerah. Sehingga produk kelautan dan perikanan yang dihasilkan harus memiliki daya saing dan terjamin mutu serta keamanan pangannya,” ujar Nilanto di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Hal tersebut juga Nilanto sampaikan saat membuka webinar bertajuk ‘Strategi Peningkatan Nilai Tambah Produk Kelautan Dan Perikanan Berdaya Saing’ pada Selasa 30 Juni 2020, yang diikuti sekitar 3.000 peserta.

Komoditas ikan diakuinya merupakan produk yang mudah rusak (perishable). Namun ikan memiliki banyak keunggulan, seperti kandungan protein yang tinggi, mudah dicerna, mengandung asam lemak tak jenuh dengan kadar kolesterol sangat rendah yang dibutuhkan tubuh manusia.

"Contoh ikan lele. Mudah dibudidayakan dan memiliki keunggulan dari sisi ekonomi. Ikan lele memiliki nilai tambah dari diversifikasi produk turunan yang dihasilkannya, seperti abon, keripik kulit, dendeng ikan lele, dan pastel abon," pungkas Nilanto.

Nilanto juga berharap, produk kelautan dan perikanan yang diproduksi UPI skala UMKM bisa berkontribusi dalam perekonomian negara dan menjadi bagian dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang telah dicanangkan Presiden Jokowi pada 14 Mei 2020.

Dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, KKP akan menampilkan produk-produk unggulan dari 100 UPI skala UKM yang telah menjadi binaan selama ini. Dari UPI yang terpilih ini, diharapkan mampu berkiprah dalam menarik perhatian publik terhadap aneka produk diversifikasi hasil kelautan dan perikanan, sehingga produk tersebut semakin dikenal dan mudah diakses masyarakat.

Sementara itu, Penasehat Menteri KKP Bidang Daya Saing dan Peningkatan Nilai Tambah Industri Kelautan dan Perikanan, Rina Sa’adah, mengamini bahwa pandemi Covid-19 memperluas peluang pasar bagi produk pangan, termasuk yang bersumber dari hasil kelautan dan perikanan.

“Pilihan usaha mikro farming atau budidaya ikan skala mikro, urban farming atau budidaya ikan di masyarakat perkotaan dengan mengoptimalkan lahan sekitarnya dan menggunakan teknologi sederhana yang mudah diterapkan. Kemudian pengembangan produk olahan ikan dan gaya hidup konsumsi saat ini bisa menjadi peluang usaha yang bagus,” sambungnya.

Manager Director at Global Reliance International (PT. GRI), Syamsul Arifin juga mengamini bahwa pandemi menyebabkan konsumen memilih makanan praktis dan siap santap.

Menurutnya, UPI skala mikro kecil memerlukan pengembangan skala usaha untuk meningkatkan produksi guna memenuhi permintaan pasar. Syamsul pun mengingatkan kembali tentang lima strategi dalam memulai pengembangan usaha kelautan dan perikanan, yakni product, price, place, promotion dan people.  

Saat memulai bisnis kelautan dan perikanan, sambungnya, pelaku usaha harus memperhatikan produk yang diinginkan dan disukai konsumen.

“Pilihlah produk olahan perikanan yang dapat masuk ke pasar secara umum. Dan jangan takut membuat riset resep dan rasa produk dengan melakukan tes produk ke keluarga, orang terdekat dan beberapa orang tidak dikenal. Bila pendapat jujur mereka, rata-rata bilang enak nah baru siap dijual,” terang Syamsul.

Sedangkan yang dimaksud ‘people’ adalah semua pelaku (pegawai dan pemilik usaha) harus memainkan peran penting dalam bisnis, sehingga bisa mempengaruhi persepsi pembeli. Etos kerja dan pelayanan terhadap pelanggan baik secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap pemasaran suatu produk. (lif)

Bagikan Artikel

Rekomendasi