Tekan Pasien COVID-19, Pangdam Brawijaya Kedepankan Pendekatan Humanis

Rabu, 01 Juli 2020 : 07.17
Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah membagikan masker/ist
Surabaya
-  Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah mengatakan bersama jajarannya, terus berupaya menekan tingkat peningkatkan jumlah pasien corona di Jawa Timur dengan pendekatan kemanusiaan.

Upaya meminimalisir penyebaran virus corona COVID-19, kata Pangdam telah dilakukan melalui beragam cara, salah satunya ialah sosialisasi hingga bagi-bagi masker ke masyarakat.

 “Hal itu tidak mudah, tapi cara itu harus tetap dilakukan dengan cara yang humanis,” terang Pangdam saat bersama Pangkogabwilhan II, Marsdya TNI Imran Baidirus Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah beserta beberapa pejabat lainnya dalam rapat koordinasi percepatan penanganan covid-19 di Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Selasa 30 Juni 2020.

Diketahui, Jawa Timur telah menyiapkan aplikasi sistem rujukan satu pintu. Aplikasi itu, diharapkan bisa mempercepat penanganan pasien covid-19.  Sistem itu juga, nantinya diharapkan membantu mengurangi angka kematian pasien corona akibat terlambat dirujuk.

“Salah satu poin penting dalam aplikasi itu, adalah layanan command center yang dipusatkan di Rumah Sakit Darurat Jalan Indrapura, Surabaya,” ujar Gubernur Khofifah.

Aplikasi itu, kata Khofifah, sejalan dengan instruksi dari Presiden RI, Joko Widodo ketika menggelar kunjungan kerjanya beberapa hari yang lalu.

“Presiden Jokowi meminta Pemprov Jatim harus dapat mengendalikan penanganan covid-19 dalam dua minggu kedepan,” jelasnya.

Khofifah menambahkan jika pihaknya sebelumnya telah mempunyai sistem informasi yang sama, seperti halnya update real time yang terjadi di setiap RS melalui gadget yang telah dititipkan di tiap
RS rujukan di Jatim.

“Update data tersebut, diintegrasikan dengan sistem rujukan yang dikomandani Pangkogabwilhan II,” kata dia.

Marsdya TNI Imran Baidirus menjelaskan jika setiap RS rujukan, nantinya memiliki Person In Charge (PIC). PIC, kata Pangkogabwilhan, bertugas untuk menginformasikan ketersediaan kamar bagi
RS yang bisa menampung atau menerima warga yang terpapar covid-19.

“Di command center, akan tersaji data semua rumah sakit yang bisa menerima pasien. Jika ada pasien di RS yang akan di rujuk ke RS lainnya, command center akan menghubungkan kedua RS tersebut, lalu
memastikan ketersediaan bed,” jelasnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi