Tatanan Kehidupan Era Baru, Karangasem Siap Menerima Wisatawan

Minggu, 12 Juli 2020 : 20.00
Wakil Bupati Artha Dipa mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun berat bagi kepariwisataan Bali pada umumnya, tidak terkecuali kepariwisataan di Kabupaten Karangasem/ist.

Amlapura - Memasuki tatanan adaptasi kebiasaan baru (ABK) atau new normal, semua tempat umum dibuka kembali, termasuk tempat wisata.

Ini adalah harapan baru bagi pebisnis yang bergerak di pariwisata, karena sejak awal pandemi Covid-19 beberapa bulan lalu, usahanya nyaris ambruk. Bahkan terpaksa merumahkan karyawannya, karena kunjungan menurun.

Kini para wisatawan jangan khawatir akan kena serangan virus Covid-19 ketika jalan-jalan lagi, karena di hotel, tempat rekreasi, dan area wisata lain sudah diharuskan untuk menaati protokol kesehatan yang ketat.

Secara resmi penerapan protokol kesehatan di setiap objek wisata di awali di Taman Soekasada Ujung, Minggu (12/7/2020).

Kegiatan ini disinkronkan dengan pemberian sertifikat bagi pengelola usaha pariwisata yang telah diverifikasi dalam penerapan protokol kesehatan dengan melibatkan Dinas Kesehatan serta Dinas Pariwisata.

“Hal ini telah sesuai dengan SK Bupati Karangasem tentang Tim Verifikasi Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Bidang Pariwisata,” ujar Sekdis Pariwisata Kabupaten Karangasem, I Made Cekeb dalam laporannya.

Cekeb menambahkan, pembukaan kembali sektor pariwisata harus mematuhi banyak persyaratan. Ia menjelaskan bahwa ada standar prosedur di tempat umum, termasuk di area rekreasi.

Tujuannya, agar masyarakat tetap disiplin menjaga kesehatan dan tidak menularkan virus Covid-19 satu sama lain.

Cara untuk menjaga kesehatan di tempat rekreasi juga sama seperti protokol ketika bepergian di masa pandemi. Misalnya wajib memakai masker, rajin cuci tangan, dan membawa hand sanitizer. Tujuannya tentu agar mereka bisa menyegarkan pikiran tapi tetap bebas dari Corona.

Nantinya Destinasi yang telah lulus Verifikasi dan menerima sertifikat new normal bisa menjadi dasar pertimbangan wisatawan berkunjung ke destinasi tersebut.

"Jadi kami berharap, pihak pengelola harus disiplin dan ketat dalam menjalankan Protokol Kesehatan demi keamanan dan kenyamanan pengunjung agar terhindar dari penyebaran Virus Corona,” ucapnya.

Pada sebuah kesempatan, Wakil Bupati Karangasem Artha Dipa mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi kepariwisataan Bali pada umumnya, tidak terkecuali kepariwisataan di Kabupaten Karangasem.

Kemunculan virus corona baru, mengakibatkan berbagai sektor melemah. Hal itu pun dirasakan sektor ekonomi pariwisata.

Kepariwisataan merupakan salah satu sektor unggulan yang dimiliki Kabupaten Karangasem. Namun pada bulan maret 2020 virus corona atau yang lebih dikenal dengan Covid 19 menyerang dan mengharuskan aktivitas berbagai sektor termasuk pariwisata ditutup.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk merecovery kepariwisataan Bali dan Kabupaten Karangasem. Diantaranya dengan pembagian sembako, penanganan PMI, pelatihan tenaga kerja dan stimulus kepariwisataan. Tujuannya, untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi di sektor kepariwisataan.

Setelah kurang lebih empat bulan penyebaran Covid 19 berlalu, Pemerintah bergegas untuk mulai memulihkan berbagai sektor , tidak terkecuali kepariwisataan dengan berbagai persyaratan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid 19.

Pemulihan sektor pariwisata di masa pandemi ini lebih dikenal dengan tatanan adaptasi kebiasaan baru atau tatanan new normal. New normal khususnya di Kabupaten Karangasem telah dimulai pada bulan Juli 2020 lalu. Salah satunya mewajibkan para pengelola Destinasi Wisata telah menerapkan Protokol Kesehatan dengan ketat dan disiplin.

Sejalan kebijakan pusat yang berharap dibukanya kembali sektor pariwisata pada bulan Juli, pemerintah Kabupaten Karangasem mempersiapkan dengan serius dengan mewajibkan menerapkan protokol kesehatan di destinasi wisata yang telah diverifikasi oleh Tim Verifikasi.

“Ini merupakan angin segar bagi destinasi wisata di Kabupaten Karangasem. Setelah sekian lama merasakan dampak Covid 19 , sekarang saatnya para pengelola usaha Pariwisata dan destinasi wisata kembali membuka usahanya dengan menetapkan protokol kesehatan sesuai anjuran WHO dan Kementerian Pariwisata,” ujar Artha.

Artha menyebutkan, Kementrian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif juga membuat program CHS (Cleaniness, healthy, and safety).

Jadi di semua tempat wisata harus menjaga kebersihan. Tempat sampah harus bersih dan tidak ada sisa pembungkus makanan di dalam area rekreasi. Pengelola juga wajib menyediakan tempat cuci tangan.

Selain itu, area rekreasi juga harus disemprot disinfektan 4 jam sekali. Semua petugas mulai dari penjaga loket sampai satpam juga harus dalam keadaan sehat. Pengunjung yang masuk juga wajib diperiksa suhu badannya, maksimal 39 derajat celcius.

"Jadi CHS ini untuk memastikan bahwa semua pengunjung dalam keadaan sehat dan tidak akan menularkan Corona di dalam area rekreasi," sambungnya.

Kegiatan ini dihadiri Ketua IHGMA dan rombongan dalam kegiatan IHGMA Bali Tour Responsible Traveler Campaign in New Normal Tourism” yang memberi keyakinan kepada wisatawan bahwa Kabupaten Karangasem telah siap menyambut tatanan adaptasi kebiasaan baru di bidang pariwisata.

Diakhir sambutan, selain para pengusaha, Wabup Artha Dipa juga menghimbau seluruh masyarakat agar selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Tujuannya agar Kabupaten Karangasem bisa terbebas dari penyebaran virus dan pertumbuhan ekonomi  di Kabupaten Karangasem dapat dilaksankan dalam waktu dekat ini.  (imh)
Bagikan Artikel

Rekomendasi