Soal Kepemilikan PGN, Publik Menunggu Gebrakan Arcandra

Rabu, 08 Juli 2020 : 07.21
Arcandra Tahar/dok.
Jakarta
- Masuknya Arcandra Tahar di tubuh Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai Komisaris Utama memunculkan harapan baru sekaligus pembuktian mampukan menjawab tantangan utama untuk mengembalikan kepemilikan PGN 100 persen menjadi milik negara.

Dalam pandangan Ekonom Konstitusi Defiyan Cori, pengalaman Arcandra Tahar selama bekerja di perusahaan migas asing USA telah ditunjukkan saat menjadi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendampingi Ignasius Jonan, hampir tanpa prestasi.

Menurutnya, pengembalian blok-blok migas besar seperti Mahakam dan Rokan pun kalau tanpa desakan kuat publik pun belum tentu akan kembali ke tangan Pertamina dan itupun dibayar dengan signature bonus lebih dari US$ 780 juta.

Sejak tanggal 21 Januari 2020, Arcandra Tahar disahkan sebagai Komisaris Utama PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) sub holding dari Pertamina sebagai BUMN Holding Migas melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

:Publik tentu perlu bukti pengalaman Arcandra dalam mengatasi ketidakefisienan industri hulu migas nasional, terutama gas bumi yang terjadi sejak dulu," tegasnya Rabu (8/7/2020).

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan harga gas untuk industri US$6 per MMBTU, akankah harga gas industri yang dipatok ini masih memungkinkan PGN bertahan dan memperoleh laba.

Lalu bagaimana dengan tata kelola gas untuk rumah tangga dan Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM), seperti apa skemanya, subsidi dan non subsidinya?

Dikatakan, tantangan industri migas nasional 5-25 Tahun ke depan tidak hanya soal efisiensi yang saat ini dilakukan, tetapi bagaimana PGN sebagai sub holding mampu menjadikan Pertamina sebagai perusahaan berkinerja terbaik dari hulu ke hilir industrinya ditengah persaingan industri migas global.

"Dan, yang utama adalah mengembalikan kepemilikan PGN 100 persen menjadi milik negara, setelah sebagian sahamnya dipecah melalui IPO di pasar bursa," katanya menegaskan.

Jangan sampai justru, Pertamina sebagai BUMN Holding Migas yang akan menyusul diajukan penawaran IPO nya ke pasar bursa dari indikasi rencana IPO yang telah disusun Erick Tohir atas beberapa sub holding Pertamina lainnya.  (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi