Seorang Gamer di Bali Bisa Raup Pendapatan Rp 21 Juta per Bulan

Selasa, 14 Juli 2020 : 17.14
ilustrasi/net
Denpasar- Prospek bisnis dunia game kian menjanjikan bagi mereka yang ingin menggelutinya sebagai profesi. Bahkan di Bali banyak gamers menjadikan permainan ini sebagai pundi-pundi penghasilan.

Bali Mobile LAgends Comunity atau LAzone Bali yang menjadi tempa para gamers berhimpun adalah contoh nyata dimana para gamers mendapatkan penghasilan jauh di rata Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Mereka bahkan ada yang sudah bisa mendapatkan gaji tetap setiap bulan hingga Rp 21 juta lebih.

Salah satu gamers adalah Dwi Mentari Putri yang tergabung dalam Komunitas Bali Mobile LAgends Community,

Dia buka-bukaan soal pendapatan gaji tetap setiap bulannya selama bertahun-tahun.

Soal nilai yang didapat tentu tak main-main, lebih besar dibanding UMK Denpasar Rp 2,8 juta. 

“Waktu dikontrak sama game.ly (platform live streaming untuk game) dua tahun, gaji saya Rp 5 juta sampai Rp 9 juta sebulan. Ada peningkatan sejak kontrak awal,” ungkap Dwi yang punya nama game aeydmp di Denpasar, pekan lalu (10/7/2020). 

Pendapatan itu bagi seorang gamers profesional, bisa jauh berlipat. Selain gaji pokok dari tim yang mengontraknya, mereka juga akan mendapatkan penghasilan dari gift atau tips yang diberikan pengunjung yang menyaksikan langsung siaran yang dibawakan.

Jika pamornya sudah naik, pendapatan dari iklan juga bisa diraih.

“Biasanya saat saya live streaming main Mobile Legends, ada penonton yang memberikan gift. Nilainya lumayanlah,”tuturnya.

Seiring kemampuannya yang semakin terasah, Dwi kini mendapatkan kesempatan trial di platform penyedia saluran video game, yakni Nimo TV.  Jika lolos maka dia bisa masuk di Nimo TV. 

Dirinya sedang persiapan, dengan model ketika live streaming akan dilihat berapa orang yang tetap stay selama main.

"Jadi misalnya kalau watching per hour minimal 200 viewer selama tiga hari berturut-turut, maka kita bisa lolos trial,” ungkapnya. 

Disinggung soal berapa gaji yang akan diterima jika dikontrak, dia menyebut gaji yang akan didapat dengan nominal dolar.

“Paling rendah 150 dolar dan paling tinggi adalah 25 ribu dolar per bulan,” sebutnya.

Hanya saja diakui Dwi, tidak mudah untuk bisa bergaji sampai puluhan ribu dolar per bulan. Dari pengamatannya selama ini angka yang cukup memungkinkan adalah sekitar 1.500 dolar sebagai gaji pokok per bulan.

Jika dirupiahkan dengan kurs dolar akhir pekan ini adalah Rp 14.400, maka sebulan bisa dapat Rp 21,6 juta.

Jumlah segitu kalau dirinya lihat masih mungkin dengan 100 jam bermain game sebulan.

Tiga bulan lalu jadi Dwi menjadi caster atau komentator di kompetisi Kill the LAst Competition Mobile LAgends yang digelar LAzone Bali. 

Lain lagi cerita Charity Tamara atau biasa dipanggil Tamtam juga mendapatkan gaji lumayan dari kontrak dengan perusahaan telekomunikasi nasional.

Tamtam tidak mengatakan detail angkanya, namun dia memberikan angka terendah yang bisa didapat. “Ya sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta lah gaji (pokok),” terangnya.

Hal itu tentunya bisa tambah gemuk lagi ditambah gift dan kegiatan yang masih berkaitan dengan dunia game seperti menjadi caster. 

Tamtam sudah lama dikontrak resmi oleh perusahaan dengan platform game maupun perusahaan telekomunikasi.

Dia pernah dikontrak game.ly 2017-2018 sebagai official live streaming, kemudian facebook gaming 2019 hingga 2020, kemudian Telkomsel sebagai official caster tahun 2020.

“Jadi memag harus serius kalau mau menekuni ini, apalagi sekarang di Bali juga sudah ada akademi caster,” tutur perempuan yang juga tergabung dalam Bali Mobile LAgends Community.

Diketahuik Bali Mobile LAgends Comunity adalah bagian dari LAzone Bali. Komunitas ini punya segmen atau turunan genre setiap game, misalnya untuk Mobile Legends punya komunitas Bali Mobile LAgends Comunity, pun demikiam PUBG dan genre game lainnya juga diwadahi khusus agar makin berkembang. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi