Sekdaprov Bali Harapkan Alumnus IPDN Jadi Pelopor Reformasi Birokrasi

Jumat, 31 Juli 2020 : 07.44
Indra menyampaikan pesannya saat menghadiri serah terima 15 Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXVII Tahun 2020 Provinsi Bali di Ruang Pertemuan Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali/ist
Denpasar – Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra menaruh harapan besar terhadap Pamong Praja Muda yang merupakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN) agar bisa menjadi pelopor reformasi birokrasi.

Selain itu, dia mengingatkan mereka jangan cengeng saat ditugaskan di lingkungan birokrasi. Berbekal didikan dan gemblengan Kampus Jatinangor, jebolan IPDN harus siap ditempatkan dimanapun.

Indra saat menyampaikan pesannya saat menghadiri serah terima 15 Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXVII Tahun 2020 Provinsi Bali di Ruang Pertemuan Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali, Kamis (30/7/2020).

15 orang ini adalah lulusan IPDN asal Daerah Bali yang menjalani wisuda secara virtual pada Selasa, (28/7/2020) lalu.

Selanjutnya, 15 Pamong Praja Muda yang telah berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ini akan ditempatkan pada OPD Pemprov dan Kabupaten/Kota se-Bali.

Terkait penempatan ini, Indra tidak ingin mendengar adanya upaya dari para orang tua pamong praja melakukan pendekatan kepada pejabat atau siapapun agar anak mereka bisa ditempatkan di instansi tertentu.

“Saya minta tak ada yang cengeng, termasuk orang tua. Biarkan anak-anaknya meniti karier dengan baik. Semua tempat sama saja, di birokasi tidak ada istilah tempat basah atau kering,” ucapnya.

Pihaknya berkeyakinan, sistem pendidikan yang diterapkan di Kampus Jatinangor, lulusan IPDN tak akan mengalami kesulitan beradaptasi di lingkungan birokrasi. Dewa Indra yang juga jebolan lembaga pendidikan plat merah ini menyebut, pekerjaan di birokrasi tak lebih berat dari tempaan pendidikan yang dijalani di kampus.

“Kalian sudah dilatih dan dididik untuk menghadapi situasi sulit. Pekerjaan di pemerintahan jauh lebih ringan daripada itu,” katanya.

Indra juga berpesan agar lulusan IPDN dapat menularkan pengaruh positif ketika memasuki lingkungan kerja.

“Jangan sebaliknya, kalian terpengaruh dengan hal-hal negatif seperti tidak disiplin dan malas. Apapun yang kalian lihat, tetap bekerja dengan baik dan disiplin, jaga diri agar punya kebanggaan dengan identitas sebagai lulusan IPDN. Itu adalah kehormatan,” imbuhnya. Akan sangat disayangkan bila seorang alumni IPDN cepat larut dalam pengaruh buruk.

Pada bagian lain, birokrat kelahiran Singaraja ini mengapresiasi inisiatif BKD yang memfasilitasi kepulangan IPDN dan langsung mengadakan acara serah terima yang menghadirkan orang tua.

Sebab sebagaimana diketahui, penerapan protokol kesehatan Covid-19 tak memungkinkan para orang tua menghadiri wisuda anak-anak mereka.

“Selamat kepada para orang tua. Di tengah situasi yang serba tak menentu, ini merupakan kebahagiaan dan kebanggaan yang sangat besar, bukti keberhasilan mendidik anak,” paparnya.

Kepala BKD Provinsi Bali Ketut Lihadnyana melaporkan, keseluruhan lulusan IPDN Angkatan XXVII Tahun 2020 berjumlah 881 orang dan 15 diantaranya berasal dari Provinsi Bali.

Yang membanggakan, dua lulusan IPDN asal Bali berhasil masuk 10 besar yaitu menempati rangking 3 dan 10.  15 orang ini akan mulai mengikuti masa orientasi mulai Agustus mendatang. Mereka akan ditempatkan sesuai dengan kompetensi, jurusan dan kebutuhan OPD.

"Dengan semangat idealisme yang tinggi, saya berharap jebolan IPDN menjadi pelopor reformasi birokrasi," tandasnya. Acara serah terima juga dihadiri oleh Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Made Rentin yang juga merupakan alumni IPDN. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi