Saat Pandemi Covid-19, Putri Koster: Dampingi Anak dalam Pembelajaran Online

Sabtu, 18 Juli 2020 : 08.09
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster dalam dialog Perempuan Bali Bicara, di Denpasar/ist
Denpasar – Saat pandemi virus corona Covid-19 pendampingan oleh orangtua wajib dilakukan sebelum sistem pembelajaran mulai, saat pembelajaran terlaksana dan sesudah pembelajaran sistem daring selesai.

"Selain sistem interaktif online, yang paling efektif adalah grup WhatsApp sebagai upaya percepatan informasi," kata Ketua TP PKK Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster dalam dialog Perempuan Bali Bicara, di Denpasar, Jumat (17/7/2020).
.
Pemerintah Provinsi Bali yang sudah masuk tatanan kehidupan era baru, namun untuk meminimalisir bertambahnya kasus Covid-19, tetap akan memberlakukan pembelajaran sistem online (dalam jaringan/ daring) antara guru dengan siswa.

Peran orangtua sangat penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak anak dalam kehidupannya sebagai peran guru menjadikan putra-putrinya berkarakter baik, berbudi pekerti dan memiliki etika berbudi luhur.

Orang tua jangan pernah lalai dalam mendidik anak-anaknya, sehingga tumbuh putra putri yang wiweka, memiliki kepedulian yang berlandaskan atas spiritual dan jiwa yang subur (memiliki kecerdasan, namun disertai nalar dan logika yang seimbang, memiliki kemampuan otak dan budi pekerti yang baik serta seimbang).

Untuk menghindari jarak yang renggang antara orangtua dan anak-anak maka perlu dibuatkan jadwal untuk berkumpul bersama keluarga di ruangan keluarga.

Selain peran penting mengawasi waktu belajar mereka sehingga waktu berdiskusi itu menjadi wadah menyenangkan bagi anak remaja yang mulai tumbuh dengan masanya sendiri.

Selain itu, orang tua juga diajak terlibat (Menyusun jadwal terkait aktivitas dan kegiatan antara belajar dengan bermain, Ide kreatif orangtua dan terlibat langsung dengan anak. Komunikasi yang positif dalam mendisiplinkan anak dan juga sebagai teman serta pemahaman etika dan budi pekerti menjadi bagian terpenting dalam tumbuh dan berkembang.

Kemudian, mengingatkan tentang waktu dengan membangun komunikasi yang baik dan tidak meninggalkan sikap instrospeksi diri. relasi sebagai hubungan baik antara orangtua dengan anak yang berfungsi sebagai guru rupaka dan juga sebagai orangtua) untuk mendampingi anak anaknya belajar di rumah yang memiliki keterkaitan dengan teknologi.

Sejak pandemi Virus Corona atau Covid melanda, berbagai kebijakan diambil sebagai upaya guna memutus penyebaran virus tersebut, di antaranya mengambil kebijakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi semua siswa semua jenjang untuk belajar dari rumah melalui sistem daring atau online.

Kebijakan belajar dari rumah itu sangat tepat, terlebih di tengah situasi pandemi corona.

Meskipun aktivitas belajar dilakukan dari rumah, namun para siswa tetap bersemangat mengikuti pembelajaran. Selain itu peran orang tua sangat penting, sekaligus bisa mendampingi serta mengawasi anaknya untuk menyelesaikan beberapa tugas yang diberikan oleh gurunya.

Belajar dari rumah, pasti ada positif maupun negatifnya, yang terpenting, orang tua sangat penting dalam pendampingan belajar anaknya, sekaligus orang tua bisa mengawasi penggunaan gadget.

Selain bisa mengerjakan tugas materi dari sekolah orang tua juga bisa mengajarkan pekerjaan rumah kepada anaknya seperti memasak hingga membersihkan rumah. Semua itu juga sebagai pembelajaran anak dan orang tua juga bisa membatasi penggunaan gadget.

Tidak hanya itu, semua tugas juga dikirim lewat Whatsapp dan absen pun juga dikirim melalui grup WA. Agar semua bisa berjalan dengan efektif, maka dibutuhkan tips atau cara mendampingi anak belajar di rumah yang baik selama masa darurat Virus Corona ini orang tua bisa menciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman.

Suasana aman dan nyaman sebisa mungkin, pada masa pandemi virus corona ini orang tua bisa menciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman.

"Ini adalah kunci utama efektifnya proses belajar, sehingga hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan kondisi rumah senyaman mungkin bagi anak untuk belajar,” ujar Putri.

Suasana positif menciptakan suasana positif yang mendukung proses belajar mengajar. Orang tua dapat mendampingi anak saat anak belajar daring, mengerjakan tugas dari sekolah atau belajar mandiri. Kehadiran orang tua dalam proses pendampingan belajar mengajar merupakan sebuah energi positif penambah semangat belajar bagi anak.

Putri mengingatkan, jangan stres, usahakan agar para orang tua tidak stres. Sebelum mendampingi anak belajar, pastikan bahwa kondisi orang tua dalam situasi yang baik atau tidak stres. Sehingga proses belajar mengajar dapat tersampaikan dengan baik.

Siapkan bahan di luar materi orang tua juga harus bisa menyiapkan bahan-bahan bacaan di luar materi yang diajarkan secara daring atau ditugaskan oleh sekolah untuk menambah wawasan baru bagi anak.

“Misalnya, materi tentang Covid-19, bencana pandemik, kesehatan maupun kesenian untuk disampaikan kepada anak dengan menggunakan bahasa orang tua,” imbuhnya.

Agar bisa menambah wawasan anak, maka orang tua harus melibatkan anak dengan berbagai aktivitas di rumah, seperti membuat kue, memasak, membersihkan rumah, berkebun, bereksperimen, kegiatan kreatif lainnya.

Tentunya kegiatan ini dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan disertai dengan penjelasan. Sehingga anak tertarik dan rasa ingin tahu anak untuk belajar semakin bertambah.

Serta permainan edukatif ajar anak melakukan berbagai permainan edukatif di rumah. Intinya kembali kepada hidup normal dengan cara baru (utamakan protokol kesehatan) dan manfaatkan teknologi karena kesehatan menjadi hal utama saat ini.

Kepala Dinas Dikpora Provinsi Bali, I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengatakan bahwa manfaat pendampingan orangtua untuk pendidikan anak yang baik.

Melakukan pendampingan terhadap anak selama masa pendidikan tertentu dengan cara yang berbeda pada setiap jenjang pendidikan menjadi hal yang akan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan kemampuan akademis anak.

Selanjutnya, membantu anak menyelesaikan kesulitan dalam belajarnya Setiap menjalani proses pendidikan, setiap anak pernah menemukan berbagai bentuk kesulitan dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh sekolah. Melalui pendampingan yang dilakukan oleh orang tua maka berbagai macam persoalan yang menyulitkan anak seharusnya dapat terselesaikan dengan baik atas bantuan dari orang tua.

Menjadikan anak berprestasi melalui pendampingan dan hubungan emosional antara anak dan orang tuanya maka banyak anak dapat memperolah pencapaian hasil pendidikannya yang baik hingga memperoleh prestasi.

Disampaikannya, menindaklanjuti Surat Edaran Mendikbud RI Nomor 4 tahun 2020 tahun ajaran 2020-2021 masih menggunakan sistem online interaktif (dalam jaringan/ daring). Sedangkan untuk daerah pedesaan yang susah jaringan internet diperkenankan menggunakan WhatsApp atau SMS.

Roadmap pendidikan yang memang pada dasarnya mengarah pada teknologi dan informasi harus dilakukan dalam waktu yang lebih cepat mengingat suasana wabah pandemi Covid-19 saat ini.

Pendampingan oleh orangtua wajib dilakukan sebelum sistem pembelajaran mulai, saat pembelajaran terlaksana dan sesudah pembelajaran sistem daring selesai. Selain sistem interaktif online, yang paling efektif adalah grup WhatsApp sebagai upaya percepatan informasi.

Untuk memaksimalkan pengajaran melalui interakasi online khususnya yang semi daring (WA dan SMS), maka pihak sekolah terutama guru dan wali kelas lebih aktif memberikan tugas dan mengusahakan untuk tidak bertatap muka. (rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi