PUGar Masuk Nominasi Inovasi Pelayanan Publik Nasional Terbaik

Selasa, 28 Juli 2020 : 09.42
PUGaR Masuk Dalam Nominasi Inovasi Pelayanan Publik Nasional Terbaik./its
Jakarta
- Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR) salah satu program prioritas nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terpilih salah satu Inovasi Pelayanan Public Nasioanl yang di selengarakan oleh kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Tahun 2020.

Sebelumnya PUGaR lolos ke dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Nasional setelah lolos seleksi dari 2.126 proposal inovasi kategori umum yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Keberhasilan PUGaR masuk dalam Top 45 terwujud setelah melalui proses presentasi dan wawancara oleh tim panelis dan bersaing dengan 98 inovasi lainnya yang berasal dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam kesempatan presentasi dan wawancara di hadapan para panelis pada Senin, (29/6/2020) menyampaikan di tengah situasi yang sangat kompetitif masyarakat membutuhkan hadirnya inovasi dan terobosan yang dapat memudahkan masyarakat beraktifitas.

“KKP tidak akan berhenti untuk berinovasi. Program PUGaR diharapkan dapat memperkuat sektor kelautan dan perikanan di tengah pandemi covid. Dengan PUGaR ini kami ingin membangun daya saing, mempercepat pelayanan, utamanya meningkatkan produktivitas,” ungkap Edhy.


Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) KKP Aryo Hanggono menjelaskan melindungi petambak dilakukan melalui penyediaan sarana dan prasarana usaha, memberikan jaminan kepastian usaha, serta mengendalikan stok yang ada.

“PUGaR didasarkan pada kondisi petambak garam yang rentan miskin sehingga kami mengembangkan PUGaR yang tujuannya adalah memberdayakan petambak garam,” jelas Aryo.

Direktur Jasa Kelautan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) KKP, Miftahul Huda, selaku Ketua Unit Penyelenggara Pelayanan Publik PUGaR, mengungkapkan Inovasi layanan PUGaR yang diajukan dalam proposal meliputi integrasi lahan garam, pembangunan dan pengelolaan gudang garam nasional (GGN), serta penguatan SDM Kelembagaan.

“Melalui inovasi ini, produktivitas meningkat dari 40-60 ton/ha/tahun menjadi di atas 100 ton/ha/tahun, keuntungan petambak bisa mencapai 3 kali lipat” jelas Huda.


Lebih lanjut Huda menjelaskan melalui tiga inovasi tersebut, masyarakat petambak garam mulai belajar berusaha bersama-sama untuk berkembang dan semakin maju.(lif)
Bagikan Artikel

Rekomendasi