Pandemi Covid-19, Gubernur Bali Minta Masyarakat Jangan Kendor Disiplin Protokol Kesehatan

Minggu, 26 Juli 2020 : 21.14
Koster didampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster, menyerahkan bantuan untuk di Kelurahan Baler Agung, Negara, Kabupaten Jembrana, Minggu (26/7/2020)/ist.
Jembrana - Gubernur Bali Wayan Koster mengajak masyarakat jangan sampai kendor dalam menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan (Prokes) Tatanan Kehidupan Era Baru.

Koster didampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster, menyerahkan bantuan untuk di Kelurahan Baler Agung, Negara, Kabupaten Jembrana, Minggu (26/7/2020).

Penyerahan bantuan berupa 578 paket sembako, 100 alat pelindung diri (APD), 30 kotak rapid, blood lancet, 15 kotak alkohol untuk SWAB ditambah 100 masker N95 itu dihadiri pula Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan.

“Selalu ingat pakai masker, jaga jarak dan terapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam menjalankan aktivitas,” ajak Koster.

Pemprov Bali terus bekerja bekerja keras untuk menangani pandemi covid-19, disisi lain juga berupaya memulai memulihkan perekonomian dan sektor-sektor kemasyarakatan lain. Hal ini menurutnya sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo.

Kata Koster, Presiden Jokowi saat mengundangnya di Istana Bogor, menyampaikan dua hal ini harus dijalankan.

"Penanganan Covid-19 sekaligus pemulihan ekonomi. Dua-duanya harus dijalankan dengan baik. Protokol kesehatan tetap dijaga namun ekonomi masyarakat harus sudah mulai berjalan. Warung-warung mulai dibuka sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan mereka,” tutur pria kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini.

Upaya pemulihan ekonomi, Bali telah menyiapkan berbagai rencana melalui Tiga Tahapan Penerapan Tata Kehidupan Era Baru Provinsi Bali. Untuk tahapan pertama telah mulai diberlakukan pada Kamis, 9 Juli 2020 lalu yang ditandai dengan mulainya aktivitas pariwisata untuk masyarakat lokal.

Selanjutnya tahapan kedua akan dimulai 31 Juli 2020, ditandai pembukaan pariwisata domestik. 

"Sebelum nantinya kita menuju tahapan ketiga, 11 September mendatang, untuk pembukaan pariwisata internasional,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster juga mengapresiasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Jembrana yang menjadi daerah dengan kasus terendah di Pulau Dewata. “Untuk itu saya sebagai gubernur mendukung langkah yang dilaksanakan bapak Bupati beserta jajaran. Kabupaten Jembrana paling sedikit kasus positifnya serta angka kesembuhannya tinggi,” ujarnya.

Pihaknya pula memastikan bahwa berbagai pembangunan infrastruktur di kabupaten paling ujung barat Bali ini akan tetap terlaksana. Diantaranya pembangunan jalan tol Gilimanuk-Denpasar akan dilaksanakan sesuai jadwal sesuai komitmen Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

“Bapak Menteri (Basuki Hadimuljono, red) akan meninjau langsung, dan tak hanya itu, Jembrana akan dibangun sentra kendaraan listrik berbasis baterai serta panel surya. Ditambah pembangunan SMA Negeri,” katanya.

Di sisi lain, Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini juga mengapresiasi kerja keras masyarakat khususnya Satgas Gotong Royong Desa Adat yang bekerja tanpa kenal lelah dalam meminimalisir penularan Covid-19 di Bali.

“Penanganan Covid-19 di Bali mendapatkan pujian dari pemerintah pusat. Angka kesembuhan pun peringkat kedua secara nasional setelah Sumbar (Sumatera Barat, red). Saya juga mengajak masyarakat untuk mengikuti pararem pencegahan Covid-19 yang telah diterapkan desa adat, juga jangan henti-hentinya berdoa agar pandemi ini cepat berakhir dan semuanya bisa bergairah lagi seperti dulu,” ucapnya.

Bupati Jembrana Putu Artha berterima kasih atas perhatian Gubernur Bali yang turun langsung ke Gumi Makepung untuk menyalurkan bantuan.

“Semoga Protokol kesehatan dan Tata Kehidupan Era Baru yang dicanangkan bapak Gubernur bisa berjalan baik, Jembrana menjadi daerah terendah dalam penyebaran Covid-19 dan Bali secara keseluruhan bisa terbebas sepenuhnya,” harap Kembang (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi