Pandemi COVID-19, Dekranasda Bali Ajak Perajin Rancang Strategi Branding Produk

Rabu, 15 Juli 2020 : 07.30
Ni Putu Putri Suastini Koster selaku Ketua Dekranasda Provinsi Bali sebagai narasumber dalam Dialog Dekranasda Bali yang mengangkat tema "Pemasaran Melalui Pasar Online Di Masa Pandemi Covid-19"/ist
Denpasar - Para perajin harus mampu menguasai informasi melalui teknologi agar bisa bersaing merebut pasar terutama di masa pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Ni Putu Putri Suastini Koster selaku Ketua Dekranasda Provinsi Bali saat didaulat sebagai narasumber dalam Dialog Dekranasda Bali yang mengangkat tema "Pemasaran Melalui Pasar Online Di Masa Pandemi Covid-19" di sebuah stasiun televisi di Denpasar, Selasa (14/7/2020).

"Kita harus tetap harus survive dan harus tetap berusaha. "Seberapa kuatnya kita untuk bertahan, dan seberapa mampu kita bersaing secara sehat dan paten dalam mempromosikan produk kerajinan yang kita miliki dengan penguasaan teknologi dan informasi, sehingga memudahkan pengusaha/perajin untuk memasarkan produknya," tutur Putri.

Dengan kata lain, setiap pengusaha memanfaatkan kecerdasannya untuk berkembang dan mengepakkan sayap secara online dan tidak menjadikan wabah Covid-19 sebagai alasan untuk menyerah.

Penyebaran Covid-19 yang cepat memang telah mengubah pola interaksi antara pengusaha dan pelanggan. Banyak perajin/pengusaha mulai merasakan penurunan penjualan yang drastis atau bahkan tidak memiliki pelanggan sama sekali karena pelanggan sudah mulai beraktivitas di rumah mereka masing-masing.

"Beberapa pelaku usaha mungkin berfikir untuk menghentikan usahanya di masa pandemi Covid-19 ini, namun sebaiknya jangan jadikan Covid-19 sebagai alasan untuk menyerah.

Sebaliknya perajin/pengusaha lebih baik bisa memanfaatkan situasi sekarang ini untuk merancang strategi branding produk yang lebih baik.

Branding adalah usaha untuk membangun citra yang baik pada sebuah produk atau usaha. Branding sangat penting untuk dibangun oleh para perajin Bali, untuk memperkenalkan dan memasarkan produk kerajinan Bali kepada khalayak yang lebih luas. Branding yang dirancang khusus dengan strategi pemasaran online merupakan solusi terbaik yang bisa dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

 Saat ini sedang terjadi perubahan perilaku masyakarat secara besar-besaran. Penyebaran Virus Corona yang dapat menular melalui kontak fisik, membuat sebagian besar masyarakat dunia memilih berinteraksi secara online.

Salah satu kenyataan yang harus perajin Bali terima adalah, saat ini sebagian besar konsumen akan melakukan riset terhadap produk yang ingin mereka beli melalui pencarian online.

"Lewat Google misalnya, konsumen akan melakukan riset terhadap sebuah produk di pencarian Google sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk tertentu.

"Jadi, jika produk kerajinan Bali mudah ditemukan di internet, kemungkinan besar produk kerajinan Bali akan diraih oleh konsumen yang potensial," kata Putri Koster.

Beberapa cara untuk mempromosikan produk melalui media online, misalnya membuat blog toko online, atau melalui akun media sosial seperti Facebook, Twitter atau Instagram.

Pemasaran produk kerajinan melalui media sosial masih menjadi sarana yang ampuh untuk membangun brand dan memasarkan sebuah produk. Perajin Bali dapat memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram atau Facebook dalam memasarkan produk kerajinan Bali.

Tingginya aktivitas di rumah saat ini, telah membuat konsumen mendapatkan kesempatan mengakses internet lebih banyak. Konsumen akan lebih sering membaca blog, mengunjungi website, menonton YouTube, dan segala sesuatunya dilakukan secara online.

Itulah mengapa produk yang dipasarkan secara online cenderung mendapatkan perhatian lebih dari konsumen. Memasarkan produk melalui media online sangatlah evektif. Selain murah, cara ini juga lebih evektif dan evisien untuk mempromosikan produk yang dijual.

Perajin Bali dapat memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram atau Facebook dalam memasarkan produk kerajinan Bali dengan cara menuliskan deskripsi dari produk yang dipasarkan, misalnya jenis bahan baku produk, harga, dan lain sebagainya.

"Perajin Bali juga dapat memasarkan produknya melalui pasar online (online marketplace), dengan bergabung melalui platform digital. Namun akan lebih bagus lagi apabila perajin dapat membuat website ecommerce sendiri untuk meningkatkan brand awareness produk kerajinan yang dihasilkannya,"imbuhnya.

Tak kalah pentingnya, perajin/IKM dalam promosi di dunia digital adalah kualitas produk. Ketika costumer membeli produk yang dilihat fotonya bagus di ranah online, namun saat produknya datang ternyata kualitasnya tidak memuaskan dan tidak sesuai dengan foto yang dipajang, maka akan mengecewakan konsumen.

Untuk itu, menjaga kepercayaan masyarakat konsumen sangat penting saat bergerak dalam promosi digital. Dalam menjalankan usaha, kepercayaan sangat memegang peranan penting bagi semua pihak, sehingga dengan landasan kejujuran dalam penjualan adalah kunci bagi suksesnya sebuah pemasaran produk. 

Setelah Virus Corona mereda, Dekranasda Provinsi Bali akan kembali menggeber upaya promosi produk kerajinan lokal Bali, yang mengkhusus pada produk tradisional, warisan para leluhur. Begitupun dengan UMKM yang baru berkembang, juga akan dipromosikan lebih banyak lagi.

Agar lebih leluasa memperkenalkan produk kerajinan Bali, Dekranasda Provinsi Bali akan aktif melaksanakan pameran produk kerajinan di daerah Bali dan mengundang buyer agar datang langsung ke Bali untuk mengenal serta melihat langsung proses produksi kerajinan Bali. (rhm)



Bagikan Artikel

Rekomendasi