Pandemi COVID-19, BNPB Optimalkan Pencegahan dan Penanganan Bencana Alam

Kamis, 16 Juli 2020 : 21.30
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan menyampaikan, pihaknya tetap fokus dalam penanganan bencana lain seusai dengan tugas dan fungsi, seperti sebelum terjadinya pandemic COVID-19. Ia mengatakan, BNPB tetap menjalankan berbagai agenda dalam rangka pencegahan dan upaya yang terus-menerus untuk mengedukasi masyarakat dan pemerintah daerah terkait ancaman bencana di wilayah.

Jakarta – Pantauan maupun dukungan terhadap wilayah kabupaten dan kota yang mengalami kejadian bencana alam terus dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) seperti pascabencana banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan menyampaikan, pihaknya tetap fokus dalam penanganan bencana lain seusai dengan tugas dan fungsi, seperti sebelum terjadinya pandemic COVID-19.

"BNPB tetap menjalankan berbagai agenda dalam rangka pencegahan dan upaya yang terus-menerus untuk mengedukasi masyarakat dan pemerintah daerah terkait ancaman bencana di wilayah," tegasnya dalam siaran pers, Kamis (15/7/2020).

Di samping itu, BNPB juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak yang dapat dijadikan rekomendasi untuk mengoptimalkan tugas BNPB dalam upaya pencegahan di daerah-daerah rawan bencana.

"Kami selalu memonitor, ada unit kami di BNPB ini yang kemudian memonitor terus informasi dari BMKG misalnya. Kaitannya dengan hujan, kaitannya dengan meteorologi, gempa bumi dan sebagainya. Juga informasi terkait dengan PVMBG untuk gunung, misalnya.

Awal Juli ini BNPB mengirimkan surat kepada Gubernur Jawa Tengah dan D.I. Yogykarta. Ia ingin melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait dengan informasi PVMBG tentang aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

Ia pun bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk meninjau langsung kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat sekitar lereng gunung. Sedangkan Pemerintah D.I. Yogyakarta, kesiapsiagaan juga dilakukan terhadap beberapa hal, seperti jalur evakuasi, peringatan desa-desa di kawasan rawan bencana (KRB) III maupun upya pencegahan lain.

Dikatakan, kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat terpelihara sehingga kalau ada apa-apa, mereka mudah untuk evakuasi.

“Masing-masing orang di sana, tahu apa yang dilakukan," ujarnya.

Lilik mengingatkan akan bahaya COVID-19 yang masih ada di sekitar kita. Disiplin pribadi untuk melakukan protokol kesehatan menjadi kunci. Ia mengajak untuk saling mengingatkan dan menjaga diri sendiri serta keluarga karena tanggung jawab untuk berhasil keluar dari pandemi ini berada pada masing-masing diri kita.

"Kita hari ini harus mau menjadi relawan, bagi diri kita sendiri, keluarga kita, dan orang lain. Karena siapa lagi yang akan memperingatkan, kalau bukan kita," tutupnya.  (imh)
Bagikan Artikel

Rekomendasi