Menteri Edhy: Pemanfaatan e-Jaring Efektif Jangkau Masyarakat Saat Pandemi COVID-19

Rabu, 01 Juli 2020 : 08.42
Peluncuran e-Jaring ini dilakukan secara virtual serentak dengan pembukaan pelatihan daring bagi masyarakat dan penyuluh perikanan pada Selasa (30/6)./ist
Jakarta
-Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meluncurkan ‘e-Jaring’ terobosan pelatihan digital yang diharapkan bisa menjangkau seluruh  masyarakat kelautan dan perikanan di Tanah Air. 

Peluncuran e-Jaring ini dilakukan secara virtual serentak dengan pembukaan pelatihan daring bagi masyarakat dan penyuluh perikanan pada Selasa (30/6). 

E-Jaring merupakan hasil kolaborasi antara Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) dengan Pusat Data, Statistik, dan Informasi (Pusdatin) KKP. 

E-Jaring akan menjadi platform pembelajaran digital yang dapat digunakan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. 

Di era revolusi industri 4.0 yang menuntut konektivitas di segala hal, dunia digital dan kemajuan teknologi berpengaruh sangat besar terhadap perekonomian dan kualitas kehidupan manusia. 

Namun, untuk dapat menghadapi revolusi industri 4.0 ini, SDM harus memiliki keterampilan yang memadai, kemampuan untuk beradaptasi, dan kemampuan mencegah masalah keamanan teknologi. 

“Saat ini, kita menghadapi ancaman banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi atau penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Untuk itu, kita harus membangun SDM kita agar tidak kalah saing,” ujar Menteri Edhy.

Oleh karena itu, Menteri Edhy menilai perlu ada kombinasi antara revolusi 4.0 dengan konsep Society 5.0 atau Masyarakat 5.0, yang berfokus pada pembangunan manusia (human centered).

Pada konsep Society 5.0 ini, modal bukan lagi menjadi hal utama, melainkan data yang dapat menghubungkan dan menggerakkan segalanya. Data juga dapat membantu mengisi kesenjangan antara yang kaya dan yang kurang beruntung. 

Pemanfaatan perkembangan teknologi untuk pembangunan SDM ini juga diterapkan di sektor kelautan dan perikanan, misalnya melalui penyediaan platform e-Jaring. 

Melalui e-Jaring, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan pelatihan yang dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dan dari mana saja. 

“Kehadiran e-Jaring ini juga merupakan bentuk penyesuaian kita terhadap adanya wabah Covid-19.Jika sebelumnya pelatihan dilakukan dengan sistem klasikal atau tatap muka, sekarang bergeser pada pelatihan daring. Model pelatihan seperti ini juga terbukti dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, cepat, murah, dan efisien,” beber Menteri Edhy.

Mengusung konsep terbuka, pelatihan yang diselenggarakan mampu menarik lebih banyak peserta, baik secara individu maupun kelompok. 

Tak melewatkan kesempatan, Menteri Edhy menyempatkan untuk berbincang dengan para Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3), instruktur, dan penyuluh serta peserta pelatihan dari wilayah kerja BP3 Medan, Tegal, Banyuwangi, Bitung, dan Ambon yang hadir dalam acara ini. 

“Saya berharap, pelatihan yang diberikan dapat membantu meningkatkan pendapatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui inovasi produk dan sistem pasar.  Termasuk UMKM yang bergerak di bidang budidaya perikanan karena saat ini KKP memang tengah gencar meningkatkan produksi budidaya perikanan untuk membantu perekonomian bangsa,” pesannya. (lif) 
Bagikan Artikel

Rekomendasi