Kunjungan Wisman Minus 49 Persen, BI Prediksikan Perekonomian Bali 2020 Terkontraksi

Rabu, 08 Juli 2020 : 06.46
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugoho/dok.
Denpasar - Bank Indonesia memprediski tahun 2020 perekonomian Bali akan terkontraksi menyusul terpukulnya industri pariwisata sebagai dampak pandemi COVID-19 yang ditandainya tingkat kunjungan wisman mengalami penurunan hingga minus 49 persen.

Sebagaimana terungkap dalam Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Bali dengan tema : ”Reshaping Bali Economic Strategy After COVID-19” yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali Selasa 7 Juli 2020.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugoho memaparkan, tantangan perekonomian saat ini sangatlah besar. Kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) kini telah berubah menjadi TUNA (Turbulence, Uncertainty, Novelty, Ambiguity). ”What worked fQStRFday won’t work tomorrow”.

"Oleh karena itu, kita memerlukan strategi yang baru, untuk memecahkan novelty dan turbulence saat ini," ungkapnya.

Salah satu turbulence dihadapi saat ini yakni pandemi COVID-19. Secara global, hampir 11 juta orang terinfeksi, dan lebih dari 500 ribu orang meninggal akibat virus ini. Secara nasional, hampir 60 ribu orang terinfeksi dan 3 ribu orang meninggal.

Berbagai upaya penangpulanpan penyebaran COVID-19 telah dilakukan mulai dari lock down, SOCiâl distâncing dan protokol kesehatan. Pembatasan aktivitas produksi, konsumsi dan distribusi tersebut menyebabkan penurunan kinerja perekonomian negara negara di seluruh dunia.

Mencermati perkembangan ekonomi global terkini, pertumbuhan ekonomi triwulan 1-2020 di banyak negara menurun tajam seiring dengan meluasnya pandemi COVID-19. IMF WEO memprakirakan ekonomi global 2020 mencatat pertumbuhan negatif hingga -4.9% (yoy).

Trisno mengungkapkan, tingkat kemiskinan di Bali dari waktu ke waktu menunjukkan penurunan Pada September 2019, tingkat kemiskinan di Bali  sebesar 3,61%, menurun dibanding September 2018 yang sebesar 3,91%.

Disisi lain, tingkat ketimpangan di Bali meningkat dari 0,364 pada September 2018 menjadi 0,370 pada September 2019.

Selanjutnya, berdasarkan survei kami terhadap rumah tangga di Bali pada bulan Mei IaIu, 78% responden menyatakan mengalami penurunan. Besaran penurunan pendapatan mencapai lebih dari 50%.

Tingkat pengangguran Bali pada Februari 2020 sebesar 1,21%, sedikit meningkat dibanding Februari 2019 yang sebesar 1,19%. Dilihat dari lapangan usahanya, 19,4% pekerja di Bali bekerja disektor perdagangan dan 18,8% bekerja di sektor pertanian.

Sementara itu, pangsa pekerja yg bekerja di lapangan usaha akmamin sebesar 13,1%. Tingkat pengangguran di bulan Agustus 2020 diperkirakan berpotensi meningkat seiring berlangsungnya pandemi COVID-19.

"Kami memperkirakan tingkat pengguran dapat mencapai 3,45% apabila tidak ada kebijakan intervensi," katanya mengingatkan.

Untuk keseluruhan tahun 2020, BO memprediksikan perekonomian Bali akan terkontraksi.

"Hal ini tidak lepas dari perkiraan terkontraksinya wisman pada tahun 2020 (- 49% pada skenario moderat sampai dengan -82% pada skenario Severe)," tandasnya.

Ketergantungan perekonomian Bali pada sektor pariwisata merupakan salah satu sumber kerentanan perekonomian Bali. Secara historis, penurunan wisman tercatat berdampak lanpsung dan signifikan terhadap perekonomian Bali

Struktur perekonomian Bali selama 10 tahun terakhir didominasi oleh sektor tersier, dengan Share yang semakin meningkat.

Sementara itu, Share sektor primer (pertanian, pertambangan) tercatat menpalami penurunan. Penurunan sektor primer tidak lepas dari semakin rendahnya kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian Bali.

Secara historis, selama 10 tahun terakhir, perekonomian Bali tercatat masih berada dibawah output potentialnya.

"Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kedepan masih dapat dioptimalkan Pandemi COVID-19 telah merubah IandScape perekonomian secara plobal.

"Momen ini merupakan momen yanp tepat bagi kita, untuk menyusun kembali strategi perekonomian Bali mencapai pertumbuhan ekonomi Bali yanp berkesinambunpan," demikian Trisno. (rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi