Klungkung Segera Bangun Tempat Konservasi Penangkaran Penyu Jadi Obyek Wisata

Kamis, 16 Juli 2020 : 22.35
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengunjungi lokasi pendederan telur penyu di Pantai Klotok/ist
Semarapura- Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menegaskan akan membangun tempat konservasi penangkaran penyu disekitar lokasi penemuan ribuan telur penyu di Pantai Watu Klotok.

Suwirta menyampaikan itu saat meninjau lokasi pendederan atau penanaman telur penyu tersebut secara darurat oleh warga sekitar, Kamis (16/7/2020).

Warga menemukan telur penyu yang ditemukan disisi barat pantai Watu Klotok sebanyak 2900 butir.

Bupati Suwirta menyampaikan terima kasih kepada warga yang dengan sukarela mau menyelamatkan telur-telur tersebut.

Dia menugaskan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan berkoordinasi dengan warga untuk membentuk kelompok konservasi penyu.

Pemkab Klungkung akan membantu menyiapkan tempat di sekitar Pura/Pantai Watu Klotok dan pembangunannya.

Tempat konservasi ini kedepannya diharapkan juga bisa menjadi tempat edukasi dan objek wisata sehingga bisa menarik retribusi kepada para pengunjung. Selain untuk dilepaskan kembali ke laut, konservasi juga bisa menyiapkan penyu untuk sarana upacara.

“Dengan akan dibangunnya tempat konservasi, telur-telur ini nantinya harus jelas berapa ditemukan berapa berhasil menetas dan berapa dilepas liarkan ke laut," tandasnya.

Dia meminta dobentuk kelompok konservasi, Pemda bersama pengempon pura Watu Klotok akan bantu siapkan tempat dan pembangunannya.

Dibuatkan kolam sebagai penangkaran. Selanjutnya cari tempat penangkaran yg lebih aman. Sehingga layak menjadi objek wisata.

"Selain dilepaskan ke laut kedepan kita juga bisa menyiapkan penyu sebagai sarana upacara,” ujar Bupati Suwirta.

Pihaknya berharap telur-telur yang berhasil menetas tidak langsung dilepas ke laut, melainkan bisa dirawat menunggu lebih dewasa. Karena ketika baru menetas, Tukik atau anak penyu tersebut rentan akan dimakan predator seperti ikan besar dan burung.

I Ketut Sregig (72) warga yang menemukan telur mengatakan, bersama tiga rekannya mengumpulkan sebanyak 2900 butir telur penyu sejak 19 Juni lalu. Telur itu selanjutnya dikelompokkan, dikumpulkan dan dikubur ditempat yang lebih aman.

Telur-telur ini ditemukan disepanjang pantai Klotok hingga pantai Sidayu. Sregig mengaku kegiatan ini sudah sering dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Telur yang ditemukan biasanya diserahkan ke Balai Konservasi yang berada di Pantai Saba Gianyar mengingat Klungkung belum memiliki tempat konservasi penangkaran penyu.

"Sekarang dengan akan dibangunnya konservasi di sekitar pantai Klotok, maka telur-telur ini akan kami jaga 50 hari kedepan hingga menetas, selanjutnya anak penyu atau tukik akan kami pelihara hinggga sedikit dewasa sehingga tidak dimakan oleh predator,” ujar buruh tukang ini.

Petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Agung Kusuma Yuda mengatakan, telur yang ditemukan merupakan berasal jenis penyu yang dilindungi yakni Penyu Lekang, Penyu Sisik dan Penyu Hijau.

Bulan Juni hingga Oktober merupakan musim bertelor penyu. Telur yang sudah dikumpulkan supaya di tanam kembali, jika cuaca normal atau panas, akan dibutuhkan 42 hari untuk menetas, jika hujan maka dibutuhkan paling lambat 55 hari.

Pihaknya berharap Pemkab Klungkung bisa mewujudkan sebuah tempat konservasi penyu, karena untuk diwilayah Bali Timur belum terdapat tempat konservasi penyu. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi