KKP Terus Genjot Devisa dan Ekspor Kerapu

Selasa, 14 Juli 2020 : 11.16
Hal ini dilakukan untuk mendongkrak pertimbuhan ekonomi selama masa pandemi Covid-19./ist

Jakarta
- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggenjot devisa ekspor dari produksi ikan kerapu.

Hal ini dilakukan untuk mendongkrak pertimbuhan ekonomi selama masa pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam keterangannya di Jakarta. Senin (13/7/2020) mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya menggenjot ekspor untuk komoditas unggulan budidaya, termasuk kerapu. 
Ia menilai, kerapu berpotensi menjadi salah satu unggulan dalam meraup devisa ekspor.

"Pertumbuhan ekonomi kita saat ini sedang tertekan sangat dalam akibat pandemi Covid-19, oleh karenanya salah satu upaya yang harus dilakukan yakni dengan menggenjot nilai ekspor. Sebagai sektor strategis berbasis pangan tentu akuakultur harus mampu berkontribusi lebih besar dalan mendorong pertumbuhan ekonomi. KKP terus berupaya melakukan pengembangan budidaya di kawasan kawasan potensial guna menggenjot produksi", ungkap Slamet.

Slamet juga memastikan bahwa saat ini market demand untuk kerapu di negara tujuan ekspor kembali terbuka dan menunjukkan trend yang mulai meningkat.

"Negara tujuan ekspor kerapu yakni China sudah kembali membuka impor paska pandemi Covid-19. Tentu ini peluang besar bagi kita untuk mengisi kekosongan market share yang ada. Market demand yang kembali naik, juga secara langsung memicu geliat usaha budidaya kerapu di berbagai daerah. Saya kira ini yang harus kita dorong terus", tegas Slamet.

Belitung Ekspor Perdana Kerapu Selama Pandemi Covid-19

Sementara itu, pengusaha budidaya ikan kerapu di Belitung Sabtu (11/7/2020) melakukan ekspor 15 ton ikan kerapu ke Hongkong, China dengan nilai ekspor mencapai 90.000 US dollar. Ekspor dilakukan oleh CV. Sinar Mandiri dan  merupakan aktivitas ekspor kerapu pertama kali di Kabupaten Belitung sejak Pandemi Covid-19.

Hadir menyaksikan langsung aktivitas ekspor tersebut yakni Bupati Belitung, Sahani Saleh, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, perwakilan Bea dan Cukai Tanjungpandan dan Perwakilan Kantor Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Wilayah Kerja Tanjungpandan.

Adapun aktivitas panen ikan kerapu ini dilakukan langsung di Keramba Jaring Apung (KJA) yang terletak di perairan pulau RU, Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung.

"Ini ekspor perdana di tengah pandemi covid-19 dan memang selama ini untuk ekspor berhenti sementara karena corona, nah ini mulai lagi," ungkap Sahani.

Sahani juga menyebut bahwa ekspor ikan kerapu ini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kembali perekonomian masyarakat Belitung saat pandemi covid-19. Ia juga memastikan usaha budidaya kerapu akan menjadi program prioritas kedepan dan akan terus dikembangkan, mengingat potensi budidaya laut di Belitung sangat luar biasa.

"Karena budidaya perikanan ini juga multiplayer effect dan ini berdampak kepada nelayan kecil. Seperti pakan (makanan) ikan kerapu, itu dari nelayan kecil dan itu bukan sedikit, banyak sekali untuk satu hari. Oleh karenanya saya kira nanti Pemda akan menjadikan budidaya perikanan ini sebagai program prioritas daerah dan diharapkan mampu menopang perekonomian," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sebagai daerah kepulauan, Belitung memiliki potensi sektor perikanan yang luar biasa. Pertumbuhan sektor perikanan terbilang cepat meningkat lantaran, selain pengembangan budidaya difokuskan untuk komoditas ekspor, juga karena letak geografis Belitung yang memiliki kemudahan akses dengan negara tujuan ekspor, terutama Hongkong.(lif)
Bagikan Artikel

Rekomendasi