KKP Konsisten Jaga Mutu dan Keamanan Majukan Ekspor ke RRT

Minggu, 19 Juli 2020 : 11.02
Ekspor hasil perikanan Indonesia tetap dapat terus berjalan di masa pandemic COVID-19./ist
Jakarta
- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) terus berupaya meningkatkan nilai ekspor ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Ekspor hasil perikanan Indonesia tetap dapat terus berjalan di masa pandemic COVID-19. Hasil perikanan Indonesia saat ini telah diterima di 158 negara dari 241 negara di dunia.
 
Salah satu pasar terbesar ekspor hasil perikanan Indonesia adalah Republik Rakyat Tiongkok (RRT). 

Sejumlah 664 Unit Pengolahan Ikan (UPI) telah terdaftar sebagai eksportir di RRT. Berdasarkan data dari China Custom Data, Indonesia menduduki peringkat ke-4 negara eksportir hasil perikanan tertinggi ke Tiongkok pada periode Januari – Mei 2020. 

“BKIPM selaku otoritas kompeten berkomitmen dalam menjaga mutu dan keamanan hasil perikanan, terutama bagi produk ekspor ke RRT. Selain itu, BKIPM juga akan mengeluarkan rekomendasi penghentian sementara kegiatan produksi/ekspor apabila ditemukan mutu produk yang rendah sampai ada perubahan sistemik dalam proses pengolahan untuk menjaga kualitasnya”, jelas Kepala BKIPM.

Rina saat membuka webinar bertajuk “Terjaminnya Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Dongkrak Ekspor ke RRT” pada hari Jumat (17/07). 

“Ekspor kita terbesar saat ini ke RRT. Kita harus menjaga itu agar produk kita dapat terus masuk kesana dengan menjaga dan memperhatikan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan (SJMKHP) sehingga tidak ada lagi hambatan dalam mengirimkan produk kita”, ungkap Rina. 

Selanjutnya sekitar 750 peserta webinar yang di ikuti sebagian besar pelaku usaha perikanan ke RRT. 

“Hubungan yang erat diantara kedua negara ini diimplementasikan dalam bentuk dilakukannya kunjungan kerja oleh masing-masing negara. Pada tanggal 10 Oktober 2019, BKIPM KKP telah melakukan pertemuan bilateral dengan GACC di Beijing”, jelas Widodo.
 
Selanjutnya kunjungan kerja berikutnya dilakukan oleh GACC ke KKP pada tanggal 27 November 2019 untuk melakukan perpanjangan perjanjian kerja sama ekspor impor hasil perikanan antara RI – RRT yang telah ditandatangani oleh Ibu Rina, Kepala BKIPM dan Mr. Zhang Jiwen, Vice Minister of GACC. 

“Pasar produk perikanan masih booming di RRT, oleh karena itu Indonesia telah mengusulkan penambahan pendaftaran UPI eksportir sebanyak 63 UPI ke GACC”, ungkap Widodo.

Sementara itu,tantangan bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor hasil perikanan ke China adalah rumitnya peraturan sanitasi, teknis dan standardisasi yang diterapkan Pemerintah Tiongkok. 

“Keamanan, kesegaran dan rasa merupakan hal yang diutamakan bagi konsumen di RRT. Untuk mencapai hal tersebut, UPI eksportir hasil perikanan ke RRT harus menerapkan Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan sesuai konsepsi HACCP”, jelas Marina yang menghadiri webinar dari Beijing.(lif) 
Bagikan Artikel

Rekomendasi