KKP Bantu Benih Udang Windu Pastikan Peningkatan Pembudidaya Kecil

Rabu, 15 Juli 2020 : 21.13
Sebanyak 600.000 ekor benih udang windu asal Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara diserahkan kepada kelompok pembudidaya di kota Tarakan, Kalimantan Utara/ist

Jakarta
- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) penyerahan bantuan benih udang windu dari KKP selain mendorong peningkatan produksi udang yang telah dicanangkan pemerintah juga  turut memastikan tersebarnya benih bermutu hasil produksi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) kepada masyarakat pembudidaya.

Sebanyak 600.000 ekor benih udang windu asal Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara diserahkan kepada kelompok pembudidaya di kota Tarakan, Kalimantan Utara (14/7/2020).

Data mencatat bahwa hingga awal bulan Juli 2020, BBPBAP Jepara telah menggelontorkan total bantuan benih  Udang, Bandeng, Kepiting/Rajungan dan Nila Salin sebanyak 27,3 juta ekor, dimana 9,2 juta ekor diantaranya ialah benih Udang Windu.

“KKP memastikan benih yang diproduksi oleh UPT dan diedarkan ke masyarakat merupakan benih baik dan berkualitas yang dihasilkan dari induk unggul. Hal ini penting untuk memastikan tingkat keberhasilan usaha dapat meningkat di level pembudidaya“ terang Slamet.

Slamet menambahkan bahwa dukungan berupa bantuan langsung kepada masyarakat merupakan bentuk insentif dari pemerintah agar keberlanjutan usaha pembudidayaan ikan di masyarakat dapat terus berjalan di tengah kelesuan ekonomi.

“Dengan terus bergeraknya roda ekonomi pembudidaya akan berkontribusi langsung untuk pemenuhan kebutuhan protein yang terus meningkat serta kesejahteraan masyarakat secara umum“ pungkas Slamet.

Slamet berharap dukungan lintas sektor seperti pemerintah daerah untuk dapat mempermudah regulasi setempat guna mendukung kemajuan budidaya udang windu di daerahnya. “Dengan dukungan berbagai elemen pusat maupun daerah diharapkan dapat mengatasi berbagai kendala dalam usaha berbudidaya udang windu” harap Slamet.

Senada dengan Slamet, Kepala BBPBAP Jepara Sugeng Raharjo menilai bahwa stimulus bantuan langsung merupakan wujud dukungan pemerintah dalam mengembangkan usaha perikanan budidaya, secara khusus budidaya udang windu di Kalimantan Utara.

“Budidaya udang windu apabila dilakukan dengan cermat memiliki potensi untuk menjadi komoditas unggulan perikanan budidaya karena memiliki nilai ekonomis dan harga jual yang lebih baik dan stabil dibandingkan dengan jenis udang lain. Selain itu komoditas ini juga akrab dengan pembudidaya skala kecil karena dapat dibudidayakan dengan teknologi sederhana dengan penggunaan pakan alami” lanjut Sugeng.

Sugeng menyoroti pentingnya membangun model kawasan dalam usaha budidaya udang windu. Tidak hanya berpengaruh terhadap efisiensi dan efektifitas, tetapi juga untuk keberlanjutan usaha agar dapat menggenjot produksi dan nilai tambah.(lif)
Bagikan Artikel

Rekomendasi