Jaga Lingkungan dan Sumber Pendapatan, Pegadaian Denpasar Dorong Masyarakat Manfaatkan Bank Sampah

Kamis, 23 Juli 2020 : 17.00
Denpasar - Melalui program Program The Gade ‘Clean dan Gold’, Pegadaian Denpasar mendorong masyarakat untuk memanfaatkan bank sampah guna menjaga lingkungan serta bisa menjadi sumber pendapatan.

Pegadaian Denpasar melalui program itu, menyerahkan bantuan fasilitas untuk penanganan sampah kepada Bank Sampah Catur Ubung Lestari.  Sebelumnya Pegadaian melalui Program The Gade “Clean & Gold” juga menyerahkan bantuan serupa di Bank Sampah Bedahulu Gianyar.

Kepala Departemen The Gade Areal Denpasar I I Ketut Suarnawa mengatakan bantuan kepada Bank Sampah tersebut merupakan Program The Gade ”Clean & Gold’.

“Kita ada program bersih-bersih di antaranya bersih lingkungan,” jelas Suarnawa saat soft opening dan penyerahan bantuan fasilitas oleh PT Pegadaian Denpasar kepada Bank Sampah Catur Ubung Lestari, Kamis (23/7/2020).

Program The Gade ”Clean & Gold’ dilaksanakan di seluruh Pegadaian. Secara nasional ada 70, untuk Kanwil Pegadaian Denpasar yang meliputi Bali, NTB dan NTT ada 6.

 “Di Bali sudah dua masing-masing Bank Sampah Bedahulu Gianyar dan Bank Sampah Catur Ubung Lestari Denpasar,” jelasnya dalam acara yang dihadiri Lurah I W Ariyanta dan sejumlah warga.

Pada acara soft launching yang dirangkai dengan penyerahan bantuan kepada Bank Sampah Catur Ubung Lestari serta sosialisasi Tabungan Emas tersebut, pihak Pegadaian menyerahkan bantuan berupa bangunan, dua motor angkut sampah dan peralatan kerja di antaranya komputer, meja, kursi dan lainnya.

Ketua Bank Sampah Catur Ubung Lestari Made Sumantra mengatakan pengelolaan sampah di wilayah tersebut sudah dilakukan sejak 2014. Namun saat itu belum maksimal.

Dengan adanya bantuan fasilitas dari Pegadaian ini, ia berharap penanganan sampah bisa lebih meningkat dan masalah lingkungan khususnya sampah dapat teratasi.

"Bank sampah ini juga bisa membantu pendapatan warga,” ujar Sumantra.

Dalam operasionalnya, tenaga bank sampah akan mengambil langsung sampah ke rumah warga. Sampah yang sudah diseleksi langsung dibeli dari warga.

Harganya bervariasi tergantung jenisnya. Termurah Rp 3 ribu. Rata-rata sampah yang dibeli per hari bisa sekitar 100 kg.

Sampah yang dibeli tersebut, oleh bank sampah selanjutnya dijual kembali ke pengepul.

“Petugas kami yang jemput ke rumah-rumah sesuai jadwal. Penjemputan juga ke sekolah-sekolah,” jelas Sumantra seraya menambahkan hasil penjualan sampah warga ini sebagian disisihkan untuk Tabungan Emas Pegadaian. (rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi