Diduga Bandari Narkoba di Bali, Pecatan TNI Ditangkap

Minggu, 19 Juli 2020 : 07.45
Ilustrasi daun ganja/Pexels/Michael Fischer
Denpasar - Seorang oknum anggota TNI berinisial ARH bersama rekannya berinisial M diduga menjadi bandara narkoba jenis ganja ditangkap di Jalan Raya Pemogan Denpasar, Bali

Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G., memberikan klarifikasi, soal penangkapan ARH.

“Dia sudah bukan TNI saat ditangkap”, kata Kapendam, dalam keterangan resmi Sabtu (18/7/2020).

ARH merupakan terdakwa dalam kasus Tindak Pidana Militer Desersi atau mangkir dari tugas dinas, sejak 6 Januari hingga 11 Februari 2020. Kesatuannya bukan di wilayah Kodam IX/Udayana.

"Dia terbukti secara sah bersalah telah melakukan tindak pidana militer desersi dalam waktu damai," sambungnya.

Pecatan TNI itu dijatuhi pidana pokok penjara selama 1 tahun dan pidana tambahan berupa pemecatan dari dinas militer. Hal itu sesuai Petikan Putusan Pengadilan Militer Nomor 70-K/PM-III-12/AD/V/2020.

"Sebelumnya merupakan terpidana kasus desersi, dan sudah dinyatakan dipecat dari TNI, namun belum menjalani proses hukum apapun hingga saat kemarin dia ditangkap pihak Kepolisian,” jelasnya.

Kini, ARH telah diamankan di Denpom IX/3 Denpasar dan akan menjalani hukuman tindak pidana militer terlebih dulu. Sedangkan proses pidana narkoba juga tetap berjalan.

Kapendam memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang beredar di media massa. Dalam pemberitaan disebutkan, salah satu pelaku pengedar narkoba jenis ganja merupakan anggota militer. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi