Denpasar Catat Penambahan 34 Orang Sembuh dan 23 Positif Covid-19

Senin, 27 Juli 2020 : 18.42
Rapid Test massal di Denpasar/dok.
Denpasar - Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Denpasar kasus positif bertambah 23 orang, dan kasus sembuh bertambah 34 orang sampai data per Senin (27/7/2020).

"Sehingga secara komulatif kasus positif tercatat 1.252 orang, kasus sembuh 972 orang, dalam perawatan sebanyak 266, dan meninggal dunia 14 orang" ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai dalam siaran pers.
 
Perkembangan kasus sembuh pasien Covid-19 di Kota Denpasar terus meningkat. Hingga hari ini Senin (27/7) angka kesembuhan pasien Covid-19 di Ibukota Provinsi Bali ini mencapai 972 orang atau setara dengan 77,64 persen.

Dilaporkan, kasus sembuh 972 orang, dalam perawatan sebanyak 266, dan meninggal dunia 14 orang.

"Penambahan kasus positif terjadi di 15 wilayah desa/kelurahan, sedangkan 28 desa/kelurahan lainya mencatatkan nihil kasus,” sebutnya.

Kasus positif tersebar di 15 wilayah desa/kelurahan. Kelurahan Pedungan mencatatkan kasus harian tertinggi sebanyak 5 kasus baru, disusul Kelurahan Sesetan, Kelurahan Tonja Kelurahan Pemecutan dan Desa Dangin Puri Kaja mencatatkan 2 kasus baru. Sedangkan 10 desa/kelurahan lainya mencatatkan penambahan kasus sebanyak 1 orang. Pun demikian, sebanyak 38 desa/kelurahan tercatat nihil penambahan kasus baru.

Rai menjelaskan, angka kesembuhan pasien dan penambahan kasus positif covid 19 masih fluktuatif di Kota Denpasar. Ditengah banyaknya pasien yang sembuh, juga masih ditemukan kasus positif covid 19. Karenanya diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. 

"Kita bersama memiliki tanggung jawab untuk memutus penyebaran, dan saat ini GTPP tetap fokus melakukan 3 T yakni Tracing, Testing dan Treatmen.

Kata Rai, untuk menemukan kasus, melalui tracing, tes, dan isolasi atau perawatan, dan masyarakat diharapkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah mulai mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi. (rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi