Bupati Tabanan Jadi Narasumber Webinar Nasional Bersama Walikota Surabaya

Rabu, 22 Juli 2020 : 21.09
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat menjadi narasumber dalam webinar di kanal Youtube
TABANAN - Bupati Tabanan menjadi salah satu narasumber Webinar Launching Pelatihan Pro Hijau yang digelar Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia,  Tempo.Co, TV Tempo dan Pro Hijau secara online di kanal Youtube, Rabu (22/7/2020) sore.

Selain Bupati Tabanan dalam acara talk show Membangun Daerah yang Maju dan Berketahuanan" juga menampilkan Narasumber Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Deputi IV LAN RI Basseng dan Direktur Eksekutif Kemitraan Laode M. Syarif.

Acara yang dipandu oleh Moderator Ralp Tampubolon ini, dibuka dengan sambutan dari Wakil Menteri Lingkungfan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong dan Indonesia Country Representative Global Freen Growth Institute (GGGI).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Eka dari ruang kerjanya menyampaikan sejumlah materi terkait pertanian yang dikembangkan di Kabupaten Tabanan yang bertajuk PotensiPertanian Tabanan  Sebagai Lumbung Pangan Bali. Disebutkan sejumlah komiditas pertanian yang selama ini mengalami surplus dam mampu menembus pasar ekspor meski di masa pandemi.

"Kami selama ini sudah lama mengeksport manggis ke China. Saat masa pandemi ini kami masih mengekspor puluhan ton manggis bahkan sempat mencatat record Rp 345 rupiah. Ekspor bisa tetap berlangsung karena manggis Tabanan sudah punya trade mark dan pangsa pasar tersendiri.," katanya.

Bupati Eka juga menyebutkan bahwa Tabanan sampai saat ini masih menjadi ;umbung pangannya Bali. Pruduksi beras sudah surplus. Untuk membantu pemasaran petani, setiap bulan Pemkab Tabanan punya program dengan mewajibkan pegawainya untuk membeli beras produski Tabanan sendiri.

"Hal itu salah satu bentuk intervensi dan bantuan pemerintah dalam membantu pemasaran produsk pertanian dalam arti luas sehingga produk petani tetap bisa terpasarkan sesuai harga pasar. Beberapa waktu lalu petani di Tabanan panen raya sayur mayur sehingga harga pasar sempat jatuh Rp 1.000/Kg. Padahal di swalayan harga sayur tersebut Rp 6.000/Kg. Pemkab Tabanan akhirnya
turun tangan membeli sayur produski petani sehingga harga nisa kembai terangkat Rp 3.000/Kg," Katanya.

Selain itu Kabupaten Tabanan  juga mengembangkan agribisnis terintegrasi melalui Gerbang Pangan Serasi yang memacu produksi pertanian di daerah hulu. Sedangkan untuk memasarkannya dilakukan oleh masing-masing Bumdes yang ada di desa. Dari Bumdas ini lalu dipasarkan ke Bumda milik Pemkab Tabanan dengan dilakukan pengemasan yang baik sehingga bisa dipasarkan ke konsumen melalu online atau toko-toko modern.

Bupati Tabanan juga berbicara tentang Tabanan Green Development, Integrating Farming Tourism yang intinya tentang pengembangan desa wisata di Kabupaten Tabanan yang diintergrasikan dengan potensi pertanian yang ada di masing-masing desa wisata.

"Kami punya banyak desa wisata yang di antaranya menjual potensi pertanian sebagai destinasi wisata. Wisatawan tanam padi atau tanam padi harus bayar. Menginap di rumah penduduk dengan menikmati beras, camilan bahkan oleh-oleh yang tersedia di desa wisata tersebut sehingga ekonomi bisa bergerak di tingkat desa," paparnya. (gus)
Bagikan Artikel

Rekomendasi