Budidaya Lele Menjadi Solusi Ekonomi di Masa Pandemi

Senin, 27 Juli 2020 : 06.38
KKP Gelar Pelatihan Budidaya Lele./ist
Jakarta -Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar pelatihan budidaya lele dengan metode semi blended,budidaya lele menjadi solusi ekonomi di masa pandemi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) Palembang kali ini dengan 50 orang peserta.

Dari lokasi berbeda, Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengungkapkan, mengusung metode semi blended, pelatihan diselenggarakan dengan menggabungkan pelatihan daring (online) dengan tatap muka dipandu oleh instruktur atau pelatih tapi dengan tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 pada tatap muka.


“Kita selenggarakan pelatihan dengan menggunakan platform e-Jaring dengan pelatih dari BPPP Medan. Namun, di lapangan kita juga hadirkan lima orang penyuluh untuk mendampingi dan membimbing langsung para peserta,” ungkap Sjarief.

pemilihan metode semi blended ini dilakukan untuk mengoptimalkan pemahaman peserta atas pelatihan yang diberikan.

Sebelumnya, KKP telah menerapkan pelatihan dengan metode serupa, misalnya pada pelatihan budidaya magot untuk pakan alami ikan di Kabupaten Banyumas dan pelatihan budidaya udang vaname super intensif di Kabupaten Cilacap.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati menjelaskan, tema pelatihan yang digelar juga disesuaikan dengan identifikasi kebutuhan masyarakat.

“Sesuai permintaan kebutuhan dari masyarakat, selama dua hari, dimulai hari ini hingga besok kita selenggarakan pelatihan teknik budidaya pembesaran ikan lele yang diikuti oleh 50 orang peserta,” papar Lilly saat membuka pelatihan, Sabtu (25/7/2020).


Melalui pelatihan semi blended ini, Lilly berharap transfer pengetahuan, keterampilan, dan sikap teknik budidaya pembesaran lele dapat dilakukan dengan baik.

Untuk itu, ia meminta penyuluh perikanan terus mendampingi para pelaku utama/pelaku usaha di lapangan guna mempermudah komunikasi jika ditemukan kesulitan.

“Saya berharap, BPPP Medan dapat memberikan materi selengkap-lengkapnya, mulai dari persiapan, pembesaran, pencegahan dan penanganan hama dan penyakit ikan, kualitas air, penyediaan pakan, hingga sampai ke analisis usahanya,” pinta Lilly.

Terakhir, Lilly juga berharap, ikan lele akan menjadi komoditas perikanan yang disukai masyarakat Sumsel. “Kalau sekarang pempek masih dibuat dari ikan belida, ke depan mungkin dapat dikembangkan pempek ikan lele atau misalnya tekwan ikan lele,” pungkas Lilly.

Sementara itu, Renny berpendapat, lele adalah jenis ikan yang dapat hidup dengan mudah dan tidak sulit untuk dibudidayakan.


Ia menuturkan, untuk berbudidaya lele, masyarakat tidak membutuhkan kolam atau halaman yang luas. Budidaya lele dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sederhana, termasuk ember sehingga dapat dilakukan dengan mudah di rumah-rumah.

“Di masa pandemi ini, solusi untuk bertahan, tetap produktif, dan menghasilkan nilai ekonomi salah satunya dengan mencari solusi yang tepat dan akurat yaitu budidaya lele ini,” imbuh Renny. (lif)
Bagikan Artikel

Rekomendasi