BI Bali Targetkan Semua Tempat Pariwisata Pakai Transaksi Pembayaran QRIS

Minggu, 12 Juli 2020 : 08.45
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho di sela Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru Digitalisasi Kawasan Wisata Pantai Pandawa Berbasis QRIS, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (11/7/2020)/Kabarnusa
Denpasar - Semua tempat pariwisata di Pulau Bali diharapkan bisa mempergunakan transaksi pembayaran digital berbasis QRIS Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). 

Harapan itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho di sela Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru Digitalisasi Kawasan Wisata Pantai Pandawa Berbasis QRIS, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (11/7/2020).

Bali sebagai daerah tujuan pariwisata internasional seperti di Pantai Pandawa, maka penggunaan transaksi berbasis QRIS sudah menjadi kebutuhan. Karena banyak wisatawan ingin bisa melakukan transaksi dengan mudah dan cepat.

Banyak wisawatan seperti dari Jakarta, Bandung dan kota lainnya sudah menggunakan transaksi pembayaran berbasis digital ini. Karena itu, ketika mereka berwisata di Pulau Bali, tempat-tempat wisata sudah selayaknya menyiapkan fasilitas transaksi berbasis QRIS.

Terlebih, dalam Surat Edaran 3355 Gubernur Bali yang disusun bersama BI, melibatkan Dinas Pariwisata Bali, saat pandemi COVID-19 ini, menerapkan protokol kesehatan salah satunya melakukan transaksi pembayaran dengan mengurangi kontak langsung atau dengan pembayaran non-tunai menjadi syaratnya.

Tujuh lokasi yang menjadi bidang pariwisata semua tersedia non-tunai. Termasuk juga di sarana transportasinya, juga disiapkan QRIS.

"Pantai Pandawa sebagai salah satu destinasi internasional maka CRIS sudah menjadi syarat mutlak," tegas Trisno saat mendampingi Gubernur Bali I Wayan Koster.

Menurutnya, saat ini, semua orang berkepentingan dan pasti memiliki QRIS, Gopay atau M Banking hingga OVO. Karena dengan sistem alat pembayaran digital itu, memberikan jaminan kepastian.
 
"Sangat mudah sekali, semua orang bisa menggunakan, kita membayar dengan alat pembayaran berbasis digital itu, tidak uang palsu, mengurangi pengurangan corona, tidak ada kembalian, aman semua, tertulis semua dan transparan," tandasnya.

Trisno optimis penggunaan QRIS di tempat wisata akan berdampak positif bagi peningkatan pendapatan pariwisata.

"Penghasilan di sini, saya duga akan naik, karena semua transparan semua tempat-tempat pariwisata kita akan QRIS-kan," Demikian Trisno. (rhm)




Bagikan Artikel

Rekomendasi