Bangun Soliditas dan Solidaritas Kebangsaan, MW KAHMI Bali 2020-2025 Dikukuhkan

Minggu, 26 Juli 2020 : 18.28
Pelantikan pengurus Majelis Wilayah KAHMI Bali melalui virtual video conference/Kabarnusa
Denpasar
- Kepengurusan Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bali periode 2020-2025 resmi dikukuhkan oleh Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI Sigit Pamungkas.

Untuk pertama kali, pelantikan pengurus MW Bali dilakukan secara virtual atau melalui video conference di Denpasar, Minggu (26/7/2020).

Pelantikan dan pengambilan sumpah berlangsung khidmat dan mendapat perhatian dari jajaran pengurus Majelis Nasional (MN), Majelis Wilayah (MW), Majelis Daerah (MD) dan para alumni HMI di seluruh Tanah Air.

Koordinator Presidium MN KAHMI Sigit Pamungkas meminta jajaran KAHMI tetap membangun soliditas sebagai sesama umat Islam serta solidaritas sebagai sesama anak bangsa serta solidaritas sebagai warga dunia.

"Tantangan kita ini sama, dan ancaman bahaya kita ini sama, kalau kita bangsa-bangsa di dunia tidak bisa mengelola Covid-19 ini dengan baik, maka yang rugi adalah umat manusia, kita di dalamnya," tukasnya.

Dengan apa yang dimiliki, kekuatan solidaritas, kekuatan doa bersama, kontribusi pemikiran yang diikhtiarkan di mana berada dengan kerja-kerja bersama dalam skala global.

Jika merujuk indeks negara rapuh, dari skor 1-10, Indonesia berada di peringat ke 5 atau 6, dalam posisi warning atau peringatan. Diantara negara-negara di dunia, siapa yang berada di urutan 1-5 maka mayoritas negara berpenduduk muslim.

"Ini menjadi tantangan kita, sebagai bangsa Indonesia jangan sampai kita indeksnya atau tingkat kerawanan untuk menjadi negara gagal semakin lebar, ini tentu butuh kerja-kerja kita sebagai salah satu komponen bangsa untuk menahan penurunan kualitas kebangsaan kita," tukasnya.

Menjadi tugas bersama, mencegah terjadinya kerapuhan didalam interaksi berbangsa dan bernegara sehingga KAHMI sebagai salah satu bagian anak bangsa, tidak menjadi bagian problem kebangsaan dan umat Islam secara keseluruhan.

"Kalau kita bisa keluar dari zona merah negara-negara yang rapuh, maka kita juga turut berkontribusi bagi kemajuan umat Islam di dunia, ini tantangan bersama untuk bahu membahu keluar dari zona yang sulit ini," tandas alumnus HMI Cabang Bulaksumur ini.

Mewakili Presidium KAHMI, Sigit meminta jajaran pengurus KAHMI Bali yang sudah dilantik, agar bekerja serius, bekerja dengan baik tentunya dengan memahami konteks lokalitas di Pulau Dewata.

"Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, teman-teman harus menjadi minoritas kreatif di Bali dengan tetap membangun solidaritas kebangsaan sebagai karakter khas kader HMI dan KAHMI bahwa kita inklusif dalam berinteraksi dengan sesama anak bangsa," kata mantan Komisioner KPU ini mengingatkan.

Sigit menyampaikan selamat bertugas bagi KAHMI Bali, dengan membangun inovasi-inovasi baru dengan senantisa memohon ridho Allah SWT.

Terpilih sebagai Presidium Pengurus Harian KAHMI Bali Umar Ibnu Alkattab, Mohammad Ali Fauzi, Muhammad Ridwan, H Azizzudin, Habib Setio Prayoga, Sekretaris Umum Muammar Kaddafi dan Bendahara Umum Fachrudin.

Usai dilantik, Umar sebagai Koodinator Presdium MW KAHMI Bali menegaskan segera melakukan konsolidasi internal untuk menghimpun menyusun apa saja yang akan dikerjakan, ke depan selama kepengurusan lima tahun ke depan.

"Tentu apa yang akan kita persiapan, bagaimana kita ikut berkontribusi apa yang menjadi tanggungjawab sebagai anak bangsa, kita mendorong masyarakat bisa jauh lebih baik dari sebelumnya," tegasnya.

Secara politik, KAHMI Bali mendorong agar kebijakan-kebijakan pemerintah agar lebih cenderung mengakomodasi kepentingan-kepentingan umat. Karenanya, KAHMI akan bekerjasama dengan baik bersama seluruh stakeholder di Provinsi Bali. (rhm)



Bagikan Artikel

Rekomendasi