15 Tahun Menanti, Masyarakat Kubu Akhirnya Bisa Nikmati Air Telaga Waja

Minggu, 05 Juli 2020 : 21.26

Amlapura - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri secara khusus hadir di tengah sama masyarakat di Banjar Dinas Taman Sari, Desa Tianyar Barat Kecamatan Kubu guna mengikuti upacara ritual Mendak Tirta yang digelar di Reservoar Telaga Waja,  Minggu, (5/7/2020)

Setelah penantian yang cukup panjang dan berkat kerja keras Pemerintah Kabupaten Karangasem, akhirnya air Telaga Waja bisa mengalir dengan debit tinggi di Desa Tianyar Barat, Kubu.

Keberhasilan luar biasa ini, disambut suka cita oleh Bupati Mas Sumatri dan masyarakat Desa Tianyar Barat, karena setelah berjuang cukup lama air Telaga Waja bisa mengalir di daerah paling tandus di Gumi Lahar Karangasem.

Usai upacara mendak tirta, bupati langsung naik keatas reservoar guna melihat langsung jernihnya air telaga waja yang mengalir memenuhi reservoar, sebelum kemudian membuka keran umum dan mencoba segarnya air telaga waja tersebut dengan meminum dan membasuh muka.

Dengan mengalirnya air baku Telaga Waja di Desa Tianyar Barat, Kubu, ini sekaligus menjawab kegundahan dan rasa pesimisme warga di Kecamatan Kubu yang hampir 15 tahun memimpikan air telaga waja bisa mengalir sampai ke Kecamatan Kubu.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, akhirnya di masa pemerintahan Bupati Mas Sumatri, air baku dari Sungai Telaga Waja, Rendang, yang terkenal kejernihannya itu bisa mengalir dan dinikmati oleh masyarakat di Kecamatan Kubu.

“Saya atas nama pemerintah dan masyarakat Karangasem, menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini BWS Bali Penida, Kementrian PU. Ini kerja keras kita bersama, dan semoga ini menjadi awal bagi kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Kubu,” ujarnya.

Selanjutnya pihaknya mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga dan merawat aset yang paling berharga tersebut dan memanfaatkannya dengan sebaik baiknya.

“Dengan mengalirnya air Telaga Waja ini, masyarakat tidak perlu lagi membeli air yang harganya lumayan mahal,” tuturnya.

Kedepannya pihaknya akan berjuang lebih keras lagi melobi pusat agar air Telaga Waja bisa mengali di seluruh desa di Kecamatan Kubu.

Sementara itu, PPK Penyediaan Air Baku (PPK-PAB) Balai Wilayah Sungai Bali Penida, I Made Duarsa Aimarta, kepada media mengatakan untuk debit air Telaga Waja yang mengalir dan ditampung direservoar Tianyar Barat ini lima liter perdetik.

Artinya debit airnya lumayan besar, sehingga dengan debit segitu bisa melayani sekitar 1000 Sambungan Rumah (SR).

“Untuk pengembangan dan perluasan jaringan di Kecamatan Kubu, kita perlu melakukan koordinasi dengan Cipta Karya di Pusat, Provinsi dan Kabupaten. Kalau dari sisi kualitas air, ini merupakan air baku,” sambungnya.

Ditempat yang sama, Jro Mangku Gunawan, tokoh masyarakat Desa Tianyar Barat, mengatakan jika warganya sudah cukuplama mengalami kesulitan air bersih.

Bahkan untuk mendapatkan satu ember air bersih, warga di desanya harus berjalan hingga dua kilometer. Sementara kalau memberi air besih dari mobil tangki, sangat mahal yakni Rp. 150.000 pertangki, dan itupun isinya hanya lima kubik.

“Karena itu kami sangat berterimakasih kepada BWS dan Bupati Karangasem yang telah berjuang untuk masyarakat kami, sehingga air Telaga Waja bisa mengalir hingga ke Desa Tianyar Barat,” tutupnya. (nik)


Bagikan Artikel

Rekomendasi