Tanggung Biaya Penanganan Covid-19, Pemprov Bali Keluarkan Rp1,3 Miliar per Hari

Minggu, 21 Juni 2020 : 07.46
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya/ist
Denpasar
-  Selama penanganan pencegahan penyebaran virus corona Covid-19 hingga rapid test dan SWAB Pemerintah Provinsi Bali menanggung semua biaya yang besarannya perhari mencapai Rp1,3 miliar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menjelaskan, jumlah Rp 1,3 Miliar yang disampaikan Gubernur Koster itu, saat menjawab pertanyaan doorstop awak media seusai mengikuti rapat koordinasi GTPP Covid-19 Provinsi Bali di Jayasabha Jumat 19 Juni 2020.

Jadi, itu merupakan jumlah komulatif dari biaya rapid test baik di Bandara I Gst Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk maupun Pelabuhan Padangbai serta pelaksanaan rapid test di beberapa wilayah akibat terjadinya transmisi lokal.

Jumlah Rp 1,3 Miliar disampaikan Koster tersebut merupakan jumlah komulatif dari biaya rapid test yang dilakukan baik di Bandara I Gst Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk maupun Pelabuhan Padangbai serta pelaksanaan rapid test di beberapa wilayah akibat terjadinya transmisi lokal.

"Selain itu, biaya tersebut juga termasuk pelaksanaan Swab Test dengan metode PCR yang dilaksanakan setiap 2 (dua) hari sekali bagi pasien Covid-19 yang sedang dirawat di berbagai rumah sakit rujukan dan tempat karantina yang disiapkan Pemerintah Provinsi Bali," tutur Suarjaya, dalam keterangan resminya, Sabtu (20/6/2020)

Kata dia, desarnya anggaran yang dikeluarkan itu, bukan hanya biaya rapid test di Pelabuhan Gilimanuk saja, akan tetapi penanganan Covid-19 secara menyeluruh.

Di Pelabuhan Gilimanuk misalnya, frekuensinya sangat tinggi, paling sedikit 1000 orang per harinya bahkan bisa sampai 2.000 orang harus di rapid test, khususnya untuk awak kendaraan logistik yang menuju Bali.

Belum lagi, petugas secara rutin melaksanakan test di tempat atau desa yang menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

“Ambil contoh di Desa Abuan, Bangli atau Bondalem, Buleleng, kita laksanakan rapid test massal, bahkan berlanjut Swab berbasis PCR,” sebutnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali misalnya, telah menghabiskan rapid test berkisar 3000-4000 ribu test sehari, baik di pelabuhan, tracing kontak, dan keperluan surveilans lainnya. Adapun besaran biaya rapid test di faskes swasta saat ini berkisar 400-500 ribu untuk sekali rapid test.

Selama ini,  Pemprov Bali telah menanggung sepenuhnya biaya pelaksanaan rapid test yang dilakukan di pintu masuk Bali Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padangbai secara gratis bagi awak kendaraan logistik.

Lebih jauh Suarjaya menjelaskan, rincian rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk melaksanakan rapid test dan swab per harinya.

Dikatakannya, antara lain terdiri dari rapid test di Pelabuhan Gilimanuk Rp 200-250 juta, di Pelabuhan Padangbai Rp 50an juta, rapid test & swab pasien di karantina / rumah sakit dan tempat lainnya mencapai 1 miliar sehari.

Secara hitung-hitungan matematisnya memang menghabiskan anggaran berkisar Rp 1,3 miliar per harinya. Itu belum dihitung biaya operasional SDM yg harus bekerja sampai 24 jam setiap hari nya.

Suarjaya kembali meluruskan, tidak benar hitung-hitungan sebagaimana dikutip sebuah media, seolah biaya rapid test Rp 135 ribu, kalau 1.000 orang angkanya menjadi Rp 1,3 miliar. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi