Satgas Pamtas Yonif 516/CY Tingkatkan Pembinaan Agama Warga Perbatasan RI-PNG

Sabtu, 20 Juni 2020 : 17.10
Semenjak kedatangan personel Yonif 516/CY yang, ditempatkan di lokasi tersebut. Suasana Kemanunggalan antara TNI dan rakyat terasa di Desa Assikie/ist.
Merauke
- Untuk memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat seperti di masyarakat perbatasan Desa Assikie, Kabupaten Merauke, Papua dengan Papua Nugini pembinaan agama terus ditingkatkan.

Semenjak kedatangan personel Yonif 516/CY yang, ditempatkan di lokasi tersebut. Suasana Kemanunggalan antara TNI dan rakyat terasa di Desa Assikie.

Wadan Satgas Pamtas Indonesia-Papua Nugini, Kapten Inf Wasidi menyataakan pembinaan aspek religius sangat penting ditingkatkan.

“Karena, itu salah satu langkah untu melakukan penangkalan masuknya paham-paham radikalisme yang saat ini mulai berkembang," jelasnya mengikuti salat Jumat di desa setempat. 19 Juni 2020.

Dia mencontohkan, ISIS contoh organisasi yang dinilai sangat bertolak belakang pada paham keagamaan di Indonesia.

“Pembinaan religius ini, diharapkan mampu meningkatkan Kemanunggalan antara TNI dan rakyat,” bebernya.

Kapten Wasidi menyebut jika berbagai paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa, sangat merugikan keutuhan dan kedaulatan suatu negara.

“Paham yang dianut organisasi ISIS, sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila. Pancasila, adalah ideologi negara. Paham radikalisme, sangat berdampak terhadap sendi keagamaan dan
berbangsa,” tegasnya.

Dhofir (39), tokoh masyarakat di Desa Assikie sependapat dengan Satgas Pamtas Yonif 516/CY tersebut.

Pasalnya, pemahaman tersebut, dinilai sangat penting untuk digencarkan di wilayah perbatasan RI-PNG, khususnya di Desa Assikie.

“Supaya wawasan warga bisa terbuka dan bisa memahami dengan betul betapa bahayanya paham radikal,” jelasnya.

Bahkan, dirinya juga sangat mengapresiasi upaya pendekatan secara religius yang dilakukan oleh pihak Satgas Pamtas tersebut.

“Sehingga, kedekatan itu nantinya bisa menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul di masyarakat,” imbuhya. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi