Putri Koster: Warung Kaget Bangkitkan Kepedulian Terhadap Warga Terdampak Corona

Minggu, 07 Juni 2020 : 21.54
Putri Koster mengatakan 'Warung Kaget' memberikan suasana baru sekaligus membangkitkan kepedulian kepada warga terdampak Covid-19/ist.
Buleleng - Pembina Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Putri Suastini Koster menghadiri 'Warung Kaget' sebagai upaya membangkitkan kepedulian terhadap warga terdampak virus corona Covid-19 di Gedung Laksmi Graha Singaraja, Buleleng, Minggu (7/6/2020).

Kegiatan bekerja sama dengan Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) Provinsi Bali terus berupaya meringankan beban kebutuhan rumah tangga khususnya bagi warga kurang mampu, lanjut usia, berstatus janda atau duda selama masa pandemi Covid-19.

Secara simultan dan berkesinambungan KPRK Provinsi Bali terus melaksanakan 'Warung Kaget', di mana bahan pokok kebutuhan pangan ini disiapkan secara sukarela (urunan) anggota IWAPI, mulai dari jenis bahan kebutuhan berupa minyak goreng, tempe-tahu, bumbu masakan, telur, gula, teh, sayur-mayur, buah jeruk dan beras.

'Warung Kaget' kali ini dilaksanakan di Gedung Laksmi Graha, Kota Singaraja-Buleleng. Putri Suastini Koster secara pribadi menyumbangkan beras seberat 250 kilogram.

Layaknya belanja di warung, warga dipersilahkan mengambil bahan kebutuhan pokok yang tersedia di 'Warung Kaget'. Bedanya, di warung ini warga tidak harus membayar, melainkan serba gratis.

Setiap warga yang datang ke warung tetap diharuskan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan di tempat yang telah disediakan, dan menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya.

Kebutuhan pokok bahan makanan ini dipersiapkan sebanyak 50 bingkisan yang berisikan beras, sayuran, gula, teh dan minyak goreng.

Selain itu disediakan juga bibit cabai dan terong yang nantinya harus ditanam di halaman rumah penduduk masing-masing penerim, dengan tujuan menyiapkan ketahanan pangan dari rumah tangga di saat menjelang Bali Era Baru ke depan.

Putri mengatakan bahwa 'Warung Kaget' memberikan suasana baru sekaligus membangkitkan kepedulian kepada warga terdampak Covid-19.

"Di tengah mewabahnya Virus Corona yang jumlah transmisi lokalnya semakin banyak, saya harapkan semua pihak terutama pengusaha untuk turut mengambil bagian meringankan beban sesama.

Semisal ada tetangga kita yang kurang mampu, marilah kita bangkitkan rasa kepedulian ini, agar keeratan bersaudara di tanah Bali ini semakin terjaga," ujar Ny Putri Koster, mengingatkan.

Melalui gerakan 'Warung Kaget' yang melibatkan anggota IWAPI dan KPRK ini, pendamping orang nomor 1 di Bali itu meminta semua lapisan masyarakat untuk semakin mantapkan jiwa gotong-royong yang penuh semangat.

"Jika berkenan, anak-anak muda juga kita libatkan sejak dini," kata Ny Putri Koster sesaat sebelum meninggalkan lokasi.

Selain meringankan warga terdampak yang tidak masuk ke dalam penerima bantuan dari pmerintah, kegiatan ini juga secara langsung berperan untuk saling menyapa sekaligus memberikan semangat bagi masyarakat luas, dengan prinsip lebih baik memberi daripada menerima.

Dengan demikian, akan terasa lebih ringan bagi warga terdampak khususnya yang sudah tidak memiliki penghasilan lantaran dirumahkan oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Warga penerima bantuan pada 'Warung Kaget' siang itu, antara lain berasal dari Kelurahan Kendran, Beratan, Banjar Bali, Liligundi, Banyuning, Pemaron, Tukad Mungga, serta sebanyak 15 orang penyandang HIV yang sudah tidak kerja karena diambil oleh konselornya.

Ketua DPC IWAPI Buleleng Putu Gunatri menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan sekaligus memberikan edukasi bagi warga penerima untuk terus melakukan yang terbaik di tengah pandemi agar tidak terjangkit virus dari orang lain.

Selain itu, kata dia, pihaknya mengharapkan untuk bibit tanaman yang diserahkan sebagai upaya mempersiapkan Bali Era Baru ke depan itu, dapat dikembangbiakkan dengan baik, sehingga pada gilirannya dapat menjaga ketahanan pangan di lingkungan keluarga.

"Bibit tanaman berupa cabai, terong dan lain-lain yang sudah Bapak/Ibu terima, bisa ditanam di halaman rumah yang tidak membutuhkan tempat yang begitu lebar," ujar Gunatri, menambahkan (riz).
Bagikan Artikel

Rekomendasi