Putri Koster Terus Dorong Semangat Berbagi Saat Pandemi Corona

Rabu, 03 Juni 2020 : 00.00
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Suastini/ist
Denpasar - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Suastini Koster mengajak masyarakat terus berbagi ditengah  pandemic Covid-19 seperti sekarang ini. Tidak hanya cabai, namun juga bisa untuk sayur, bumbu bahkan beras.

Putri menyatakan itu, saat mensosialisasikan program HATINYA PKK dalam sebuah dialog dengan sebuah radio swasta di Denpasar. Selasa (2/6/2020).

“Jika ada ibu-ibu yang punya cabai secara berlimpah, boleh tengok lima tetangga kiri dan kanan, apakah mereka juga sudah punya, jika belum kita bisa berbagi ke mereka,” tambahnya.

Saat ini adalah masa yang sulit untuk semua, pemerintah juga sudah sangat fokus menangani pandemi ini.  Sehingga, ia mengajak masyarakat untuk tetap berkontribusi dengan mematuhi imbauan pemerintah dengan berdiam diri di rumah.

“Mari kita diam di rumah dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat juga,” tambahnya.

Dia menegaskan, sejak tahun 2019 lalu, PKK sudah gencar melakukan sosialisasi untuk memanfaatkan halaman pekarangan rumah masing-masing dengan menanam tumbuhan pokok untuk kebutuhan sehari-hari.

Jika gerakan itu sudah konsisten dijalankan sejak setahun lalu, maka akan berguna saat pandemi ini.

“Sekarang banyak saudara-saudara kita yang dirumahkan, bahkan ada yang kehilangan mata pencaharian. Jika dari tahun lalu masyarakat sudah konsisten memanfaatkan halaman pekarangan, sekarang harusnya sudah tidak kesulitan memenuhi pangan untuk keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, sekarang masyarakat diharuskan untuk diam di rumah saja, jadi sudah semakin banyak waktu menata halaman dan mulai menanam tanaman yang berguna untuk kebutuhan sehari-hari.

Prinsip HATINYA PKK adalah membuat halaman selain bermanfaat juga indah dan asri, sehingga ia mengajak para ibu di Bali untuk kreatif memanfaatkan halaman pekarangan sendiri.

“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan, dengan menanam tumbuhan sayur dan bumbu dapur misalnya, kita sudah membantu menghemat keuangan keluarga,” jelasnya.

Saat sulit seperti ini, masyarakat hanya memikirkan makanan pokok saja. Terkait dengan beras, TP PKK bersama Dekranasda juga telah menggelontorkan 410,9 ton beras dan 90.000 pcs masker kepada masyarakat yang terdampak terutama PKK atau UKM yang terdampak.

Pemerintah Provinsi Bali yang juga bekerjasama dengan BUMN serta perusahaan swasta lainnya juga telah banyak menggelontorkan bantuan bahan pokok kepada masyarakat.

Hal tersebut, memang tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu lama untuk itu masyarakat juga harus mandiri dalam memenuhi kebutuhannya, seperti mengedepankan tanaman HATINya PKK dalam menanam kebutuhan dapur sehari-hari.

Selain itu, mengenai makanan pokok masyarakat, yaitu beras, pendamping orang nomor satu di Bali itu juga mempunyai pandangan lain. Menurutnya, sudah saatnya masyarakat Bali tidak tergantung pada beras sebagai pemenuhan karbohidrat.

di Bali sedang panen jagung besar-besaran, itu bisa sebagai pengganti nasi. Bahkan, menurutnya, di Desa Sembiran tempat asal Gubernur Bali, masyarakatnya sudah terbiasa mengkonsumsi singkong sebagai makanan utama.

Selain pentingnya bersikap kreatif memanfaatkan lahan di rumah, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali ini juga mengajak masyarakat terutama ibu-ibu untuk menjadikan kreativitas itu sebagai kegiatan yang positif.

“Jika kita berhasil mengubah halaman kita, kita ajak tetangga kiri kanan untuk melakukan hal yang sama, saya yakin tidak lama lagi pekarangan rumah masyarakat Bali menjadi hijau dan bermanfaat,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli Sariasih Sedana Arta menyatakan, support dari PKK Provinsi Bali dari tahun lalu sudah terlihat hasilnya sekarang.

Pada tahun 2019 TP PKK Provinsi Bali memberikan bantuan dana sebesar Rp 27 juta untuk setiap desa, dan untuk Kabupaten Bangli  telah didistribusikan ke empat kecamatan, dari masing-masing kecamatan tersebut dipilih satu desa untuk menjadi percontohan.

Di antaranya Desa Kayubihi, Desa Pengelumbaran, Desa Peninjoan, dan Desa Pengejaran. Dari 4 desa tersebut rata-rata telah menggetoktularkan kepada desa-desa lain yang menjadi tetangga. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi